Silaturahmi dengan Konjen RI di New York

Cak Nun dan mbak Novia Kolopaking bertolak berkunjung ke kantor Konjen RI di New York. Ada kelompok-kelompok yang biasa mengambil alih masjid-masjid.

Selesai menyusuri sudut-sudut Philadelphia, Cak Nun dan Ibu Via bertolak ke New York untuk sejumlah agenda yang telah dijadwalkan. Salah satunya berkunjung ke kantor Konjen RI di New York. Di sini, Cak Nun, Ibu Via, dan teman-teman pengurus Masjid Al-Falah diterima langsung oleh Pak Ghofur Konjen RI untuk Amerika di kantornya.

Dalam suasana penuh keakraban dan ramah-tamah, Cak Nun dan Pak Ghofur saling bertukar cerita. Pak Ghofur menceritakan salah satu fenomena keagamaan di Amerika terkait pengelolaan Masjid. Ada kelompok-kelompok yang biasa mengambil alih masjid-masjid. Hal yang juga bisa dilihat di Indonesia. Makanya, Pak Ghofur sekaligus berpesan kepada teman-teman masjid Al-Falah, lebih baik masjidnya tidak usah terlalu besar, tetapi terkelola dengan baik dan solid.

Cak Nun bersama Konjen RI di New York
Cak Nun bersama Konjen RI

Sementara itu, Cak Nun menceritakan pengalaman-pengalaman Maiyah dalam menghadapi problem di tengah masyarakat yang disambatkan kepadanya untuk dicarikan solusi. Termasuk yang dialami Cak Nun di luar negeri, misalnya dengan para tenaga kerja Indonesia di Malaysia, Abu Dhabi, Hong Kong, dan Korea. Masalah-masalah nyata di tingkat grass root masyarakat, mulai dari konflik horisontal hingga pertentangan antar kelompok berlatar belakang perbedaan pemikiran keagamaan.

Problem yang dicurhatkan kepada Cak Nun ini biasanya adalah persoalan yang hampir buntu dan belum ada tanda-tanda ditemukan jalan keluarnya. Kepada Pak Ghofur, Cak Nun mengungkapkan bahwa metode yang biasa dipakai bukanlah mediasi, melainkan menyatukan pihak-pihak yang berkonflik itu menjadi satu tim, yang bersama-sama ikhlas berembug dan berdiskusi mencari jalan keluar yang toh itu sama-sama merupakan tujuan mereka.

Dari semua pengalaman merespons beragam persoalan itu, Cak Nun mengungkapkan dengan rendah hati, “Kami tidak jauh membayangkan memberikan atau mencari manfaat, yang kami lakukan sekadar sebisa mungkin mengurangi madhorot/dampak buruk.” Tetapi, dengan pengalaman riil yang dialami Maiyah itu, Cak Nun menggarisbawahi bahwa sesungguhnya potensi manusia Indonesia itu luar biasa. Potensi kreativitasnya, potensi keberanian hidupnya, potensi ketangguhan mentalnya, dan potensi-potensi lainnya.

Tak ingin menyita waktu Pak Ghofur lebih banyak, setelah dirasa cukup, Cak Nun, Ibu Via, dan teman-teman Masjid Al-Falah mohon pamit untuk melanjutkan perjalanan, dan menyampaikan terima kasih kepada Pak Ghofur atas waktu yang diberikan. Pak Ghofur pun juga menyampaikan terima kasih kepada Cak Nun dan rombongan sudah berkenan berkunjung, dan mendoakan agar rangkaian acara Cak Nun berjalan dengan lancar.