Cak Nun di USA, Lagu KiaiKanjeng Dilantunkan di Saudi

Shalawat Lir-Ilir KiaiKanjeng dibacakan di pondok Sayyid Syaikh Muhammad Alwi al-Maliki al-Hasani.

Jamaah Maiyah ada yang tinggal di beberapa belahan dunia. Termasuk di Saudi Arabia. Sementara Cak Nun ‘bertugas’ di Philadelphia USA, Mas Thabibuddin — Jamaah Maiyah Indonesia yang bekerja di Jeddah Saudi Arabia — menginformasikan bahwa salah satu lagu KiaiKanjeng yaitu Shalawat Lir-Ilir dibacakan di pondok Sayyid Syaikh Muhammad Alwi al-Maliki al-Hasani.

Bersama anak-anak, USA Tour 2015
Bersama anak-anak, USA Tour 2015

Sayyid Alawi al-Maliki — meninggal pada 2004 — adalah ulama besar keturunan Rasulullah yang sangat mencintai Rasulullah, dan menulis berbagai kitab di antaranya kitab-kitab yang meluruskan kesalahpahaman umat Islam puritan mengenai syafa’at Nabi Muhammad, bid’ah, tawassul, takfir, dan soal-soal terkait yang ternyata hingga kini masih muncul di tengah keberagaman umat Islam, termasuk di Philadelphia atau USA.

Sayyid Alawi al-Maliki adalah qadhi, mufti, dan guru yang mengajar di Masjidil Harom Mekkah al-Mukarromah. Ia sangat disegani oleh Raja Saudi. Sekalipun tinggal di Arab Saudi yang notabene bercorak Wahhabi, namun tidak ada satu pun yang berani menyentuh Sayyid Alawi, dikarenakan ketinggian ilmunya.

Di tanah air, maupun di pelbagai kesempatan di luar negeri, Maiyahan Cak Nun dan KiaiKanjeng amat kerap disodori persoalan-persoalan terkait masalah bid’ah, pemahaman ibadah mahdhoh dan muamalah, tradisi, dan lain-lain yang oleh sebagian umat menjadikannya mudah menuduh yang lainnya sebagai syirik atau kafir. Dengan pendekatannya dan dengan kerendahan hati, Maiyah coba membantu masyarakat untuk memahami persoalan itu dengan jernih.

Mas Thobibuddin sangat terkejut bahwa lagu KiaiKanjeng bisa sampai di Masjid Sayyid Alawi dan dibaca di sana, dan itu tak lama selang waktunya dengan adanya kelompok yang eksklusif di Philadelphia yang menolak menghadiri acara Cak Nun karena takut diadzab oleh Allah, karena mereka memandang Cak Nun sebagai orang yang sering mengolok-olok agama melalui guyonan dan seni. Sementara justru di Pondok Sayyid Alawi al-Maliki Mekkah, karya atau lagu Cak Nun dan KiaiKanjeng dibacakan.

Ia tak menyangka, sedangkan KiaiKanjeng sendiri belum pernah beracara di Arab Saudi.