Cekatan Ala KiaiKanjeng

Pekerjaan ganda diperagakan para personel KiaiKanjeng. Mereka pemain dan vokalis, tetapi juga sekaligus kru bagi diri mereka sendiri.

Acara di Macau kemarin sore alhamdulillah berjalan lancar. Pukul 00.00, KiaiKanjeng sudah tiba kembali di mess di lantai 8 tempat mereka menginap di Hong Kong. Hanya tersedia waktu beberapa jam saja untuk merebahkan badan dan istirahat. Pagi-pagi sekali mereka harus sudah bangun untuk bersiap acara pagi-siang-sore hari ini nanti.

Dan benar, subuh mereka sudah bangun, mandi, dan mempersiapkan segala sesuatunya. Pukul 6.30 semua sarapan di mess dengan menu Indonesia sayur lodeh masakan para mbak-mbak TKW di sini. Setelah itu, pukul 7.00, mereka segera bergerak ke lokasi karena jam 8.00 pagi harus setting alat. Dan sungguh mengagumkan, bapak-bapak KiaiKanjeng ini: hanya butuh waktu 20 menit untuk menurunkan box-box alat musik dengan total berat 530 kilogram. Dan begitu sudah standby di pinggir jalan, hanya butuh waktu sepuluh menit untuk memasukkan semuat alat tersebut ke dalam bagasi bis.

Sebelum jam 8.00, bis yang mereka tumpangi sudah membawa mereka tiba di lokasi. Tetapi tepat jam 8.00 baru bisa masuk gedung. Budaya di sini beda dengan di Indonesia. Sewa gedung untuk acara jam 8.00 pagi sampai jam 17.00 sore, ya pemakaiannya dimulai jam 8.00 juga. Padahal untuk menyiapkan soundsystem minimal butuh waktu enam jam sebelumnya. Di Hong Kong, tidak ada budaya loading alat atau soud system di malam hari untuk acara pagi. Hidup di sini lurus. Jam 8.00 ya jam 8.00. Maka semalam KiaiKanjeng sudah menyiapkan plan A plan B berdasarkan kemungkinan sudah beres atau belumnya soudsystem pada saat acara harus sudah dimulai. Tidak ada bonus untuk acara pagi, sudah bisa loading malam hari sebelumnya. Beratnya lagi, tidak ada kru yang membantu KiaiKanjeng sebagaimana pentas-pentas mereka di Indonesia. Mereka harus tandang sendiri dan mandiri.

Seperti halnya untuk semua barang dan peranti soud system, demikian pula penataan alat musik di panggung, butuh waktu juga. Tetapi alhamdulillah posisi pukul 8.47 alat musik KiaiKanjeng sudah lima puluh persen tertata, sementara untuk sound system baru sepuluh persen. Sebuah pekerjaan ganda diperagakan para personel KiaiKanjeng. Mereka pemain dan vokalis, tetapi juga sekaligus kru bagi diri mereka sendiri.

Cak Nun KiaiKanjeng Hongkong Tour 33
Pak Nevi dan Pak Is KiaiKanjeng kompak nggotong saron.

Lokasi acara hari ini adalah sebuah hall di sekolah Chaiwan College. Sebuah lembaga pendidikan Islam di Hong Kong dengan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA di bawah naungan Islamic Kasim Tutet Memorial. Di Hong Kong, KiaiKanjeng harus terbiasa naik turun gedung. Ruangan acara ini ada di lantai satu di Chaiwan College, naik satu lantai dari tempat berhentinya bis.

Kaki seluruh awak KiaiKanjeng mungkin pegal-pegal, tetapi akan segera hilang rasa itu dan berganti kegembiraan manakala mereka bisa memberikan pelayanan terbaik untuk semua teman-teman TKI di sini.