
Dengan Dua Kaki
Aku berjalan dengan dua kaki
Yang kiri perkataan, yang kanan pengalaman
Adapun jalanan yang kukembarai
lalah kenyataan
Kaki perkataan selalu sakit semutan
Ampang tanpa bobot, darah tak ngalir
Tanah yang kupijak bagai tak ada
Atau kakiku sendiri yang hampa
Sedangkan kaki pengalaman, selalu menginjak kerikil
Jalanan yang tak rata amat sering membuatnya terkilir
Maka makin hari ia makin cenderung membisu
Tapi kutahu keras gugatannya, bagaimana memperbaiki
jalanan itu
Dh, 1985.

Emha Ainun Nadjib