
Hikmat dan Gembira, Masyarakat Bojonegoro Sinau Bareng Mbah Nun dan KiaiKanjeng
Menjelang maghrib kota Bojonegoro diguyur hujan. Sampai saat usai isya’, hujan sudah mulai reda, tetapi ternyata masih menyisakan gerimis yang lembut.

Helmi Mustofa
Menjelang maghrib kota Bojonegoro diguyur hujan. Sampai saat usai isya’, hujan sudah mulai reda, tetapi ternyata masih menyisakan gerimis yang lembut.
Berselang dua hari dari Sinau Bareng di Dieng Culture Festival, tadi malam (6/09/22) Mbah Nun dan KiaiKanjeng kembali membersamai salah satu kekuatan sosial budaya di dalam masyarakat yaitu organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bantul Yogyakarta.
Tiba di Desa Perning Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto sore ini, teman-teman panitia Sinau Bareng malam ini menyambut kedatangan Pakde-Pakde KiaiKanjeng dengan perasaan gembira dan bahagia.
Ada banyak cerita di balik nama Jemek Supardi. Pantomimer ini semasa hidupnya memang irit bicara.