Belajar Seperti Petani

Sejak tanggal 3 Februari 2016 CAKNUN.COM secara berturut-turut menghadirkan tulisan di Rubrik Daur, Asepi dan menghidupkan kembali rubrik Khasanah sebagai media “pasinaon” Jamaah Maiyah dalam bentuk tulisan untuk melengkapi pembelajaran yang telah ada berupa majelis ilmu Mocopat Syafaat, Bangbang Wetan, Padhangmbulan, Kenduri Cinta, dll maupun melalui sarana semisal Youtube.

Kesadaran Organisme Maiyah

Sudah sekian tahun, dan mungkin akan demikian ke depannya, Maiyah meniti kesabaran untuk tidak tergoda memadatkan dirinya menjadi suatu identitas komunal tertentu, apakah itu organisasi massa (ormas), perkumpulan, yayasan, perguruan, atau bentukan-bentukan lain.

Membangun Kepengasuhan Perkauman Maiyah

Majelis Ilmu Maiyah digagas dan dibangun dengan terkandung cita-cita di dalamnya selain sebagai media tukar pikiran, tempat untuk menggodog gagasan, sarana untuk menggembleng cara berpikir, wahana untuk mengolah rasa, serta bisa saja perkembangannya untuk merancang strategi, juga diharapkan akan melahirkan manusia-manusia maiyah yang memiliki greget atau ghirah (compassion) yang berjiwa kepengasuhan baik bagi dirinya, keluarga, maupun komunitas di sekelilingnya.

Masyarakat Lebah Tidak Individual

Ilustrasi Artikel: Masyarakat Lebah Tidak Individual

Ketika seseorang, komunitas ataupun organisasi bermaksud untuk mewujudkan cita-cita dan impiannya;  di mana manusia saling menghargai, menghindari penindasan, terus menerus menumbuhkan cinta kasih, waspada terhadap setiap gejala ketidak-adilan, peka untuk tidak terjerumus ke dalam perilaku diskriminasi, merendahkan sesama manusia atau sebaliknya: menjunjung manusia terlalu berlebihan sehingga men-dewa-kannya.

Perkara Lapar

Kalau LAPAR itu pasti akibat tidak atau belum makan. Perkaranya adalah kenapa tidak atau belum makan? Kalau tidak makan disebabkan karena puasa atau diet itu karena unsur niat, disengaja.

Maiyah untuk Pembebasan

Perubahan sosial dan budaya menuju keadilan, kesejahteraan, kesetaraan dan kemakmuran bangsa, bisa dimulai dari penggalangan jamaah. Tidak harus dalam cakupan besar (kolosal) dan luas, melainkan kecil namun intens dan bermakna dalam membangun jamaah.