CakNun.com

Tikungan Iblis (Bagian 4/5)

Pentas Kebahagiaan Dinasti
Yogyakarta, Indonesia, 2008-2009
Emha Ainun Nadjib
Waktu baca ± 10 menit

Enam

Prawidi
Mas Prawito, saya mau menangani Kentrung keliling kita ini, tapi bagaimana kalau tiba-tiba Iblis nongol lagi

Prawijo
Ya, apalagi nongolnya di panggung pas kita pentas

Prawito
Pentas didahului dengan wiridan bersama, dzikir orang sekampung, Itighosah atau apa. Kalau yang percaya Ruwatan ya biar ruwatan

Prawijo
Apa ya Iblis takut pada Istighosah, Mas Prawito

Prawidi
Dari dulu tidak kurang-kurang masyarakat wiridan dan dzikir, tapi rasanya kok pengaruh Iblis justru semakin besar saja

Prawikun
Juga Mas, di samping masalah Iblis – dalam rangka Kentrung keliling itu saya coba menjaring pemain-pemain, tapi ternyata yang ikut mendaftar hanya Para Tapel

Prawito
Lho saya mendengar katanya yang mendaftar ada bintang film dan artis sinetron segala?

Prawikun
Kelihatannya memang bintang film dan artis sinetron, tapi ternyata Tapel

Prawidi
Ada juga sejumlah pejabat, Ustadz, pengusaha, kaum intelektual, aktivis lembaga swadaya masyarakat, bahkan ada PSK, tapi setelah kami cek: ternyata Tapel-Tapel juga

Prawikun
Ditambah lagi penulis naskah Kentrung kita sampai saat terakhir tidak lengkap menyetorkan teksnya. Terutama bagian ending-nya. Babak Eksposisi sudah, progresi Bangunan Konflik juga sudah, bahkan sangat lengkap dengan gambaran segala jenis kerusakan, kebobrokan, kehancuran — tapi tak ada bagian solusinya…. Jadi pentas kita ini isinya cuma konfliiiik saja terus-terusan, tanpa ada penyelesaian….

Prawijo
Judul lakon kita ini saja belum mantap. Belum ada kesepakatan

Prawikun
Penulis naskahnya malah ngomong begini: Biarkan masing-masing pemain dan penonton menciptakan judul masing-masing dalam imajinasi mereka

Prawidi
Tapi sudah ada masukan judul-judul. Misalnya….

Prawijo
Mencari Garuda Sejati

Prawikun
Garudaku Empritmu

Prawidi
Negara Kesatuan Republik Tapel

Prawijo
Bendera Kebangkitan Tapel

Prawikun
Mendadak Iblis

Prawito
Cukup, cukup…

Prawidi
Masih ada sekitar 67 judul yang diusulkan

Prawito
Baca sendiri di rumahmu. Judulnya mbok tentang reformasi, penyelamatan bangsa, demokratisasi, atau tema-tema yang indah: Memetik Rembulan, Merengkuh Matahari, Bantal di atas Genting, atau apa kek yang artistik, yang nyeni….

Prawikun
Mohon maaf Mas Prawito, soal judul bisa kita cari sambil jalan, tapi gara-gara saya juga ikut tersinggung pada Iblis, saya sudah bikin puisi…..

Garuda dikurung
Garuda dipenjara
Garuda dikungkung
Garuda dianiaya

Garuda ditindas
Garuda diperdaya
Garuda diperas
Garuda diam saja..
.

Itu karena Garuda begitu kuatnya
Tak tersakiti oleh luka
Tak bergeming oleh rasa sengsara
Tak mati-mati dalam derita

Sekuat apapun sangkar yang mengurungnya
Tak mampu menghalangi terbang jauh impian-impiannya
Sedahsyat apapun penjara yang menghimpitnya
Tak sanggup menahan cita-cita kemerdekannya

Demikianlah Sang Garuda, gagah perkasa hingga akhir hayatnya
Tinggal anaknya, menetas kesepian dari telornya
Sangkar adalah angkasa kesempitan hidupnya
Pemilik sangkar adalah Bapak dan Ibu tirinya

Anak Garuda sayapnya tak pernah berlatih terbang
Anak Garuda tidak mengerti kegagahan mengarungi angkasa
Anak Garuda tidak mengalami kemandirian mencari nafkah penghidupannya
Anak Garuda tidak memiliki sejarah untuk punya cita-cita

Anak Garuda beranak pinak
Sosok tubuhnya makin kecil makin kecil
Pandangannya makin sempit makin sempit
Jiwanya makin dangkal makin dangkal

Anak Garuda turun temurun dari zaman ke zaman
Kegagahan dan rasa percaya diri makin hilang
Sibuk menghabiskan waktu untuk segala yang remeh temeh

Anak Garuda, Cucu Garuda, Cicit Garuda
Cucunya Cucu Garuda, Cicitnya Cicit Garuda
Melewati angkasa Majapahit, Demak Mataram
Mengabdi kepada Raja demi Raja yang juga semakin kehilangan Garuda

Akhirnya Kaum Walanda dari Mancanegara
Meresmikan pergantian namanya
Dari Garuda menjadi Emprit
Dan malam ini kita resmikan dari Emprit menjadi Tapel…
.

Lainnya

Tikungan Iblis (Bagian 5/5)

Tikungan Iblis (Bagian 5/5)

Aku, Iblis, bukan temannya Setan, bukan Mbahnya Setan, tidak segolongan, tidak separtai dan tidak seiman dengan Setan.

Emha Ainun Nadjib
Emha Ainun Nadjib
Exit mobile version