Lailatul Qadar

Setelah semua orang berkumpul, Kiai Sudrun membaca salah satu firman: “InNa anzalNahu fi lailatil qadr” diulang-ulang, kemudian: bukan “InNa anzalNa lailatal qadr”.
“Allah menurunkan Al-Qur`an pada malam Lailatul Qadar, bukannya Lailatul Qadar akan diturunkan oleh Allah dan kita menanti-nantikannya, apalagi dengan pembayangan Lailatul Qadar adalah rezeki materiil dan keduniawian. Kapan saja engkau merasakan dan menemukan Al-Qur`an turun mencahayai jiwamu, pasti yang mengantarkannya adalah “tanazzalul Malaikatu war-Ruhu fiha”, yakni para Malaikat dan Paduka-Ruh yang menaburkan qadar-Nya Allah kepadamu, ‘hatta mathla’il fajr’”.
“Andaikanpun kau gadang-gadang Lailatul Qadar adalah rezeki dunia, baik untuk memenuhi kebutuhan keluargamu, keajaiban bagi Bangsa dan Negaramu, atau karena semangat ingin kaya raya harta benda — maka insyaAllah itu semua terkandung di dalam informasi nilai Al-Qur`an.”