Ulang Tahun Ke-14 Bangbang Wetan di Rumah Maiyah









Bulan September 2020 ini, Majelis Ilmu Bangbang Wetan Surabaya menapakkan kaki di usia empat belas tahun. Buat memperingati ulang tahun ke-14 ini, Teman-teman penggiat BBW menyelenggarakan Bangbang Wetan edisi September ini di Rumah Maiyah Kadipiro tadi malam (Jumat, 11 September 2020).
Sebuah tema menarik dipancangkan oleh teman-teman penggiat BBW: “Transformasi Hutan Ke Kebun Persemaian”.
Selepas sesi penggiat, Mbah Nun, Mas Sabrang, Pak Darmadji, Mas Rachmad, dan kemudian Kyai Muzammil dipersilakan bergabung di area utama acara untuk berdiskusi dan mewedar beragam perspektif terutama tentang “hutan“ dan “kebun”, di mana dua kata tersebut adalah kata yang mewakili sebuah cara pandang. Merupakan kebahagiaan tersendiri bagi penggiat BBW bahwa KiaiKanjeng turut mangayubagyo ultah BBW kali ini dan nomor pertama yang dihadirkan adalah “Bangbang Wetan”.
Hutan adalah lambang alam, dan menarik poin dari paparan Mas Sabrang tentang pentingnya alam sebagai rujukan manusia dalam membangun pengetahuan dan ilmu tentang hidup, Mbah Nun mengatakan bahwa alam adalah sebuah sanad yang utama bagi manusia.