Daya Kreativitas Penafsir

Tidak hadirnya agama dalam pranata sosial modern, tiada lain karena matinya daya kreativitas sang penafsir firman Tuhan, lantaran terpasung oleh pendekatan tata bahasa.
Kehadiran agama malah sering dinilai menghambat kemajuan, karena pemahaman dan penafsiran firman Tuhan tidak mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan zaman.
Akibatnya, berbagai ajaran agama tidak menemukan relevansinya dalam kehidupan. Sebagai contoh, makna jihad dalam Kitab Suci Al-Qur`an. Jika pemaknaannya berangkat dari perspektif dialog dengan diri sendiri, dan mengalami ptoses internalisasi, maka semangat jihad bukanlah semangat menyerang yang lain. Melainkan menjadi kekuatan spiritual dalam kepribadian setiap orang untuk berjuang meraih sukses di bidang apapun dalam kehidupan.