Sinau Bareng Ikatan Apoteker Indonesia, 28 September 2016

Usahakan Tidak Ingat Tijaroh

Ada tiga kategori pekerjaan manusia, yaitu ziro'ah (bercocok tanam), shona'ah (membuat, meramu, dan teknologi), dan tijaroh (dagang).

Para apoteker yang bekerja di berbagai lembaga yang berkaitan dengan obat-obatan, farmasi, dan kesehatan yang sedang menggelar rakernas dan pertemuan ilmiah tahunan ini mendapatkan suatu pandangan yang baru dan menyegarkan. Mereka diantarkan pada view dan cara pandang sederhana tapi menentukan titik berat di dalam paradigma kerja dan profesi mereka.

Foto: Alay.
Foto: Alay.

Ada tiga kategori pekerjaan manusia, yaitu ziro’ah (bercocok tanam), shona’ah (membuat, meramu, dan teknologi), dan tijaroh (dagang). Profesi apoteker punya kadar shona’ah dan tijaroh sekaligus. Akan tetapi, Cak Nun berpesan, sama seperti pesan untuk dokter, ketika apoteker membuat obat, menulis resep, atau berhubungan dengan konsumen atau pasien agar benar-benar niatnya murni menolong dan melayani sesama manusia. Mereka perlu mengusahakan agar jangan sampai ingat sisi tijaroh atau dagangnya, supaya berkah kesehatan bagi orang yang sakit dapat terangsang dikabulkan Tuhan, serta agar mereka tidak berposisi menjadikan kesehatan sebagai industri atau dagang.

Akar dari itu semua adalah dua hal yang melekat pada apoteker. Pertama, obat sebagai dzat (alam) bersifat dan berposisi taat kepada Tuhan, atau taat kepada Sunnatullah. Kedua, yang punya kemungkinan tidak taat kepada Allah adalah sikap apoteker, di antaranya dalam memperlakukan obat itu sendiri, atau niatnya saat berhadapan dengan konsumen obat. Itu sebabnya, Cak Nun mengajak mereka menyadari kembali pentingnya niat yang tepat pada diri mereka. Memang bila ditarik ke soal produk obat palsu umpamanya, porsi besar seharusnya dilakukan negara yang semestinya memiliki sistem dan perangkat kontrol yang serius.

Masih ada beberapa cerita menarik yang dibagikan Cak Nun kepada para apoteker mulai dari bagaimana Cak Nun mengelola dan mengkhalifahi kesehatan badannya hingga bagaimana Cak Nun sendiri menata niatnya saat diminta menjadi “apoteker” bagi masyarakat seperti terlihat setiap Maiyahan di berbagai tempat dengan disodori botol air supaya didoakan dan dimohonkan kesehatan dan kesembuhan kepada Allah. Mereka mendengarkan dengan penuh antusias, bahkan beberapa masih bertanya saat acara sudah selesai dan mulai meninggalkan ruangan acara. (hm/wan)