Catatan Ngaji Bareng Suronan, Gemolong Sragen 8 Oktober 2016

Terpal Biru Panitia Memayungi KiaiKanjeng

Pelan-pelan rombongan KiaiKanjeng berjalan melewati rumput lapangan yang becek, berpayung terpal biru, tetap dengan gurauan dan candaan khas mereka.

Hujan kembali deras turun saat KiaiKanjeng masih melangsungkan cek sound. Seharian memang awet curah hujan menemani perjalanan KiaiKanjeng ke Gemolong ini. Dan rupanya sampai usai Maghrib, hujan masih mengguyur lagi. Suara katak nyaring terdengar bersahut-sahutan. Lapangan ini bersebelahan dengan persawahan tempat katak-katak itu berada.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Lepas cek sound, jadwal KiaiKanjeng selanjutnya adalah menuju rumah transit untuk istirahat dan makan malam. Dari panggung menuju jalan di mana bis menunggu cukup jauh bila ditempuh dalam kondisi hujan. Teman-teman panitia akhirnya berinisiatif memayungi para personel KiaiKanjeng, walaupun sebenarnya mereka tak keberatan berjalan sendiri tanpa merepotkan panitia. Ada yang dipinjami payung. Tapi sebagian besar dipayungi dengan terpal biru yang dibentangkan di atas kepala Bapak-Bapak KiaiKanjeng ini. Pelan-pelan rombongan ini berjalan melewati rumput lapangan yang becek. Tetapi Bapak-bapak KiaiKanjeng ini tetap gembira, sahut-menyahut berkomentar di antara mereka. (hm/adn)