Catatan Ngaji Bareng HUT Ke-723 Tuban, Alun-Alun Tuban 25 November 2016

Tak Hanya Bawakan Lagu, Tapi Juga Menjawab Soal Pendidikan Anak

Ibu guru SD yang masih muda itu menyimak dengan serius kisah-kisah unik pendidikan dari Ibu Novia, dari persepsi mandiri anak mengenai sekolah....
Foto: Adin.
Foto: Adin.

Alun-alun Tuban malam ini menjelma pemandangan dan suasana yang unik dan tak biasanya. Hujan yang tadi turun sudah reda. Peralon talang yang dipasang di antara dua besi tenda panggung tak lagi mengantarkan curah air hujan turun ke tanah. Keraketan antara Cak Nun, KiaiKanjeng, Ibu Novia, dan Pak Bupati dengan seluruh hadirin makin kental. Hujan yang telah berhenti dan hembusan angin mengantarkan padat sambungan jiwa di antara orang-orang yang berkumpul di sini. Dari yang berdiri di sudut-sudut lapangan hingga yang ada di belakang panggung.

Persembahan khusus Ibu Novia telah menghadirkan tiga buah lagu: Love pada nomor KiaiKanjeng Shollallahu ‘ala Muhammad, Andaikan Kau Datang Kembali Koes Plus, Bunga Mawar, dan duet dengan seorang Ibu pada nomor Asmara. Pun nomor-nomor selanjutnya dari para vokalis KiaiKanjeng: In Jabartum Kasro Qolbi mbak Nia, One More Night Maroon Five oleh Mas Donni, dan Beban Kasih Asmara oleh Mas Imam Fatawi. Pak Bupati yang rencananya akan pamit pukul 23.00, ternyata merasa sayang untuk meninggalkan kebersamaan ini. Hingga pukul 23.47, Beliau masih menyimak dan menikmati indah dan hangat keindahan dan penimbaan ilmu bersama masyarakatnya di bawah panduan Cak Nun.

Menariknya, Ibu Novia tak hanya memanjakan jamaah dengan lantunan suaranya pada nomor-nomor lagu di atas, tetapi diminta Cak Nun untuk turut merespons salah satu pertanyaan yang diajukan hadirin. Pertanyaan seorang guru tentang pendidikan anak. Sesudah Cak Nun membeberkan prinsip-prinsip pendidikan, Ibu Novia melengkapinya berdasarkan pengalamannya sebagai Ibu dan wali murid yang setiap hari mengawal pendidikan di rumah maupun sekolah. Intinya, seorang guru harus terus-menerus mengenali karakte dan tipe, serta detail-detail yang dirasakan anak. Di sanalah guru harus aktif dalam dinamika menenami anak secara emosional dan kognitif. Beberapa contoh detail dikemukan Cak Nun dan Ibu Novia.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Ibu guru SD yang masih muda itu menyimak dengan serius kisah-kisah unik pendidikan dari Ibu Novia, dari persepsi mandiri anak mengenai sekolah, tentang pendidikan yang utama oleh orang tua sendiri, hingga soal hukuman yang tak bikin jera malah dijadikan bahan menggoda orangtua. Cak Nun membesarkan hatinya, “Berbahagialah Anda sebagai guru karena ditempatkan di tempat di mana Anda dianugerahi tantangan untuk kreatif.” Dengan rasa terima kasih dan gembira, Ibu guru yang bertanya ini meminta izin untuk salaman dengan Cak Nun dan Ibu Novia. (hm/adn)