Kunjungan Siswa SMK Global Ke Rumah Maiyah, 13 Oktober 2016

Siswa SMK Global Menturo Sinau di Rumah Maiyah

Berbarengan dengan KiaiKanjeng berangkat menuju Kendal, Rumah Maiyah Kadipiro kedatangan tamu siswa-siswa SMK Global Jombang Jawa Timur.

Berbarengan dengan KiaiKanjeng berangkat menuju Kendal siang tadi, Rumah Maiyah Kadipiro kedatangan tamu siswa-siswa SMK Global Menturo Jombang Jawa Timur sebanyak 68 orang. Dengan didampingi kepala sekolah, Pak Irwan, dan sejumlah guru para siswa ini diterima oleh Yai Tohar, Ibu Nadhroh as-Sariroh yang berkhidmat mengelola Perpus EAN, Redaktur Maiyah Mas Harianto, Direktur Rubud EAN Mas Patub, dan teman-teman Progress lainnya.

Foto: Arul.
Foto: Arul.

Mereka datang ke Kadipiro untuk belajar-lapangan pengelolaan multimedia yang ada pada supporting unit kegiatan Cak Nun, KiaiKanjeng, dan lingkaran Kadipiro. Dipandu oleh Mas Harianto, mereka diajak melihat beberapa tayangan hasil produksi Progress, dan kemudian berdiskusi dan tanya jawab. Salah satu yang ditekankan Yai Tohar adalah keberangkatan olah dan karya produksi multimedia adalah penggambaran melalui tulisan. Karena itu, menulis adalah bagian penting dan tak terpisah dari produksi multimedia. Mas Harianto mengajak mereka menganalisis unsur-unsur dalam tayangan audiovisual. Diskusi pun berlangsung seputar bagaimana unsur-unsur itu ada dan memberikan karakter. Seperti disampaikan salah seorang guru yang mendampingi, anak-anak itu pun kemudian menyimpulkan sendiri bahwa unsur-unsur itulah yang akan membawakan dan menyampaikan pesan.

Sesungguhnya kedatangan mereka ke Kadipiro ini merupakan satu garis panjang dari sejarah dan perkembangan SMK Global itu sendiri. SMK Global Menturo Jombang adalah salah lembaga pendidikan yang didirikan oleh keluarga Cak Nun di mana banyak anak-anak Menturo dan sekitarnya, bahkan dari luar kota, yang bersekolah di situ. Kekhususan SMK Global tentunya adalah mendapatkan sentuhan paradigma dan metode pendidikan yang nilai-nilainya banyak disemaikan oleh Cak Nun. Nilai-nilai yang khas penggalian, ijtihad, dan pemikiran yang dilakukan oleh Cak Nun dan kelurga, dan proses itu berlangsung terus-menerus.

Karena itulah, mereka pernah mendapatkan paket pendidikan yang bernama Takdib Padhangmbulan yang diampu langsung oleh Cak Nun selama enam kali pertemuan dengan hasil yang cukup signifikan dirasakan dampaknya. Satu metode pendidikan yang berangkat dari menempatkan guru sebagai orang yang sungguh-sungguh mau dan punya metode untuk menggali potensi dan keotentikan para siswa melalui berbagai simulasi dan pemikiran yang utuh. Siswa-siswa SMK Global juga pernah memperoleh nuansa baru yaitu musik edukasi bersama Letto saat Ihtifal Maiyah 27 Mei 2016 lalu. Juga atmosfer-atmosfer lain yang mereka dapatkan yanb muncul lantaran mereka berada di dalam lingkungan keluarga besar Cak Nun, termasuk suasana Majelis Ilmu Padhangmbulan.

Foto: Arul.
Foto: Arul.

Kedatangan mereka siang tadi ke Rumah Maiyah Kadipiro adalah satu tahap di antara proses-proses yang mereka alami agar kelak mereka bukan sekadar menjadi lulusan SMK, melainkan manusia yang lulus mengasah diri sebagai manusia yang otentik, manusia yang kuat karakternya, dan manusia yang punya komitmen terhadap dirinya untuk melakukan hal–hal yang baik dan tepat bagi hidupnya. Sebelum acara silaturahmi dan pembelajaran, mereka shalat Dhuhur berjamaah terlebih dahulu di Pendopo Kadipiro. Dan ketika pamitan seusai acara, mereka memberikan oleh-oleh makanan berupa buah-buahan. (hm/arl)