Sinau Bareng Kuduran Budaya Wanayasa, 25 September 2016

Sejenak Menyapa Kali Serayu

Bapak-bapak itu memandang beberapa saat ke arah sungai. Semacam menyapa, kulonuwun, dan berkomunikasi di dalam hati kepada kali yang bernama Serayu itu.

Bukan rombongan turis yang sedang piknik atau berpariwisata. Piknik, rekreasi, atau senang-senang sepertinya tidak sempat masuk ke dalam kamus mereka. Seringnya, jika Bapak-bapak ini sedang bertugas keluar kota, selepas acara pingin segera pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga di rumah. Tempat mereka berfoto ini juga bukan destinasi wisata. Kebetulan saja, di depan lokasi itu ada satu tempat di mana mereka harus berhenti, karena ada hajat yang mendorongnya. Selesai hajat terpenuhi, mereka melangkahkan kaki beberapa meter, dan terpaparlah mereka akan suatu keindahan alam.

Bapak-bapak KiaiKanjeng di pinggir Kali Serayu.
Bapak-bapak KiaiKanjeng di pinggir Kali Serayu. Foto: Adin.

Itulah kali Serayu. Letaknya masih di pinggir kota Banjarnegara. Banjarnegara sendiri adalah satu di antara lima kabupaten yang dilewati Kali Serayu. Saat itu, sore yang sejuk, langit  mendung, pegunungan yang hijau, dan kelokan sungai yang berdebit air cukup tinggi. Bapak-bapak itu memandang beberapa saat ke arah sungai. Semacam menyapa, kulonuwun, dan berkomunikasi di dalam hati kepada kali yang bernama Serayu itu. Sesudah itu, mereka duduk-duduk sebentar, lalu dijepret. Momen yang diabadikan sebelum mereka meneruskan perjalanan menanjak mengikuti jalanan naik kawasan pegunungan menuju Wanayasa untuk menemani masyarakat Sinau Bareng. (hm/adn)