Catatan Sinau Bareng Satu Hati, Lapangan Gulun Madiun 30 Desember 2016

Rahmat Hujan Menemani Perjalanan KiaiKanjeng ke Madiun

Belum cukup beristirahat sepulang dari rangkaian acara selama sepekan di Eropa, malam nanti, Jumat 30 Desember 2016, Cak Nun sudah terjadwal untuk Sinau Bareng di kota Madiun. Bahkan baru saja menginjakkan kaki di Yogyakarta tadi malam, Cak Nun sudah ditunggu tamu yaitu teman-teman wartawan DPR RI, yakni para wartawan dari berbagai jenis media yang sehari-hari bertugas di gedung DPR RI Jakarta. Mereka telah lama meminta waktu untuk bertemu Cak Nun. Selain untuk silaturahmi, mereka juga menyampaikan pandangan dan keprihatinannya kepada Cak Nun mengenai kondisi Indonesia saat ini.

Latihan rutin KiaiKanjeng
Latihan rutin KiaiKanjeng

Sementara itu, untuk persiapan tiga Maiyahan di akhir tahun 2016 dan awal 2017, KiaiKanjeng melakukan latihan rutin tetapi kali ini tanpa kehadiran Cak Nun yang masih di Eropa. Baru malam nanti di Madiun mereka akan bertemu dengan Cak Nun. Ditemani hujan yang sejak sebelum subuh mengguyur kawasan Yogyakarta, rombongan KiaiKanjeng telah berangkat menuju Madiun pagi tadi pukul 09.00 WIB.

Malam nanti Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng digelar di lapangan Gulun Madiun. Berbarengan dengan momentum akhir tahun, Sinau Bareng ini diharapkan memberikan bekal bagi masyarakat dan jamaah dalam menarik pelajaran dan pemahaman dari serangkaian hal yang berlangsung selama satu tahun ini, sekaligus membekali mereka menyiapkan diri memasuki satu tahun ke depan.

Acara Sinau Bareng ini merupakan persembahan MPM Honda Jawa Timur untuk masyarakat luas. Dalam konteks akhir tahun pula, Honda berharap Sinau Bareng ini menjadi acara yang bermutu dan berkualitas di tengah kebanyakan bentuk dan formula acara akhir tahun yang jauh dari nilai-nilai dan kemanfaatan. Untuk suksesnya Sinau Bareng, teman-teman Jamaah Maiyah Warok Kaprawiran Madiun Raya turut serta membantu persiapan acara ini.

Hujan Menemani Perjalanan KiaiKanjeng ke Madiun
Hujan Menemani Perjalanan KiaiKanjeng ke Madiun

Saat catatan ini ditulis, KiaiKanjeng sedang mampir makan siang di Rumah Makan Bu Djar Sragen, dan tak lama kemudian turun hujan yang sangat lebat. Rupanya sejak semalam hujan cukup merata menyirami bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bahkan, saat perjalanan tadi, kami mendapatkan update informasi bahwa di lokasi acara di Lapangan Gulun Madiun dan sekitarnya pun hujan turun.  Rahmat Allah berupa hujan mengawal perjalanan KiaiKanjeng menuju Madiun. “Dengan hujan ini, Allah sedang mengingatkan kita akan hidup yang adem, ayem, dan tentrem,” kata salah seorang personel KiaiKanjeng. (hm)

Ditemani hujan yang sejak sebelum subuh mengguyur kawasan Yogyakarta, rombongan KiaiKanjeng telah berangkat menuju Madiun pagi tadi pukul 09.00 WIB.