Catatan Ngaji Bareng HUT TNI ke-71 dan Sumpah Pemuda, Blora 28 Oktober 2016

Prajurit TNI dan Polri Shalawatan

Malam ini tim Hadroh Yonif 410 memberi contoh dan mengkonfirmasi apa yang dikatakan Cak Nun tentang keistimewaan prajurit TNI.

Teman-teman Jamaah Maiyah tentu sudah sering mendengar Cak Nun menggambarkan keunggulan dan kekhususan prajurit TNI. Mereka tak hanya terampil dalam strategi militer dan peperangan. Tetapi yang lebih utama adalah keunggulan mereka sebagai manusia Indonesia. Mereka sebagai pribadi urip jiwanya, sehingga bisa dan mau melakukan banyak hal. Mereka terdepan dalam menghadapi bencana. Dikenal cepat akrab dibanding tentara dari negara manapun.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Mereka juga melestarikan tradisi. Mereka sregep pengajian. Dan malam ini, mewarnai suasana awal menjelang Ngaji Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng, mereka yang tergabung dalam tim Hadroh Yonif 410 berkolaborasi dengan polisi ini sedang membawakan serangkaian shalawatan. Di antaranya Assalamu ‘alaika zainal Anbiya, kemudian nomor Ilir-Ilir. Penampilan mereka tak kalah dengan grup-grup Shalawat pada umumnya. Malam ini mereka memberi contoh dan mengkonfirmasi apa yang dikatakan Cak Nun tentang keistimewaan prajurit TNI.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Sementara itu, Cak Nun beserta para tokoh masyarakat Blora saat ini sedang beramah tamah dan makan malam. Di sela-sela itu, Cak Nun menyempatkan diri untuk briefing dengan beberapa personel KiaiKanjeng. Ruangan utama kantor Makodim 0721 Blora menjelma cukup ramai dengan kehadiran Cak Nun dan KiaiKanjeng. Di luar, masyarakat yang hadir langsung ikut menyaksikan dan menikmati persembahan dari Yonif 410. (hm/adn)