Catatan Ngaji Bareng Suronan, Gemolong Sragen 8 Oktober 2016

Pesona Kedekatan Hati KiaiKanjeng di Gemolong

Bagi teman-teman Pasedherekan Kidung Paidologi pun, KiaiKanjeng mempunyai tempat tersendiri di hati mereka.

Sebagaimana di tempat-tempat lain, KiaiKanjeng selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang sedang merintis masa depan baru Indonesia. Di Gemolong pun demikian, sampai saat mengantarkan kepulangan jamaah, masih setia terdengar suara lantang Pak Nevi menembangkan lagu “Nunggu Imam” pada salah satu momen yang disuka para jamaah usai menyerap ilmu dan wawasan dari Cak Nun.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Pada momen penghujung saat berlansung jabat tangan dengan Cak Nun dan narasumber, sebagian para jamaah merapat ke panggung. Mereka menyaksikan lebih dekat bagaimana KiaiKanjeng memainkan alat-alat musiknya. Mereka mengarahkan gadget-nya ke salah satu atau beberapa pemain KiaiKanjeng, memotret dan menanti untuk bisa berfoto bersama. Bagi teman-teman Pasedherekan Kidung Paidologi pun, KiaiKanjeng mempunyai tempat tersendiri di hati mereka. Topi atau peci hitam yang mereka kenakan malam ini sebagai penanda panita bertuliskan KiaiKanjeng.

Tak hanya itu, salah satu nomor KiaiKanjeng yakni aransmen lirik “Qad Kafani ‘Ilmu Robbi” oleh anak-anak TPA ar-Roudhoh tadi dibawakan saat pentas teater. Yang mengajari mereka adalah salah satu teman Paidologi ini. Teman-teman Paidologi mengakrabkan anak-anak itu kepada lagu-lagu KiaiKanjeng, sengaja atau tidak dengan harapan agar anak-anak ini di tengah suasana darurat budaya punya alternatif pilihan nilai dan ekspresi budaya yang baik bagi perkembangan mental-sosial mereka. Anak-anak itu tadi berkesempatan melihat langsung mbah-mbah dan pakdhe-pakdhe KiaiKanjeng yang mereka bawakan lagunya itu. (hm/adn)