Catatan Sinau Bareng Pameran Kaligrafi Nusantara, 28 September 2016

Peranan Misteri dalam Hidup

Anda bisa menghayati ibadah seperti shalat atau ibadah lainnya sebagai misteri, dengan begitu kita terpacu terus mencari makna dan buahnya bagi hidup kita.

Kosmos nilai dan mozaik yang tercipta pada pembukaan Pameran Kaligrafi Nusantara malam ini sangat dalam, dan terentang di antara innallaha jamil yuhibbul jamaal (Allah itu indah dan menyukai keindahan) dan man ‘arofa nafsahu faqad ‘arofa robbahu (siapa mengenal dirinya, dia akan mengenal Rabb-nya). Dua ungkapan Hadis Nabi yang sempat dikemukakan penanya. Itulah salah satu yang dirasakan oleh Cak Nun. Ini kemudian membawa pada pertanyaan mendalam.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

“Diri Anda itu jelas atau misteri?,” tanya Cak Nun kepada hadirin. “Misteri…,” jawab mereka. Lalu dijelaskan jika kita memandang bahwa diri kita adalah misteri, maka kita akan menempuh rute seni. Maksudnya, misteri akan mendorong kita menguak, mencari, dan menyingkap sesuatu yang kita belum tahu, dan itu mungkin saja justru akan melahirkan misteri-misteri yang baru. Jika kita mau masuk pada semesta dua ungkapan Hadis Nabi di atas, konsentrasilah pada misteri kehidupan. Bahkan bisa saja anda menghayati ibadah seperti shalat atau ibadah lainnya sebagai misteri, dan dengan begitu kita terpacu terus mencari makna dan buahnya bagi hidup kita.

Sampai pukul 24.00 lebih, Sinau Seni ini masih berlangsung. Tak hanya audiens, rekan-rekan panitia dari Galeri Langit Art Space yang mengenakan kostum kaos hitam bertuliskan Waktu Lelaku pun ikut khidmat mengikuti, sembari tetap menjalankan tugasnya masing-masing. Dalam satu bagian, Cak Nun mengatakan bahwa galeri itu merupakan tempat di mana pengunjung bisa menemukan penyatuan kembali. Dan suasana pembukaan pameran ini rasanya merupakan satu bentuk contoh awal penyatuan kembali itu. (hm/adn)