Catatan Ngaji Bareng UIN Sunan Gunung Djati, Bandung 19 November 2016

Pasamoan Dua Guru di Kampus Gunung Djati

Kami bahagia tak hanya karena berkesempatan turut menyambut kehadiran Guru-guru kami, tetapi juga turut bisa melingkar dan mendapatkan ilmu dalam acara ini.

Hari ini adalah hari kegembiraan tersendiri bagi teman-teman Jamparing Asih. Pasalnya, Cak Nun atau Mbah Nun hadir di Bandung untuk satu acara bersama Syekh Nursamad Kamba di kampus UIN Sunan Gunung Djati. Baik Mbah Nun maupun Syekh Kamba adalah guru Maiyah. Keduanya memiliki hubungan yang indah. Dalam banyak kesempatan Syekh Kamba kerap memanggil Mbah Nun dengan sebutan “Maulana”. Mbah Nun pun tiada beda, keduanya saling menyanjung satu sama lain dengan rendah hati dan saling memuliakan.

Mbah Nun dan Syekh Kamba
Mbah Nun dan Syekh Kamba. Foto: Gandhi.

Mbah Nun sering berpesan kepada para Jamaah Maiyah untuk menggali ilmu dan pengetahuan kepada Syekh Kamba. Pernah dalam salah satu percakapan kami dengan Mbah Nun, beliau memberikan saran mengenai cara untuk menggali keilmuan dari Syekh Kamba. “Kalau kepada Syekh Kamba, digali dan ditanya yang banyak. Beliau itu pengetahuannya luas.”

Apa yang disampaikan Mbah Nun benar adanya. Itu kami rasakan dari serangkaian diskusi penggiat Jamparing Asih dengan Syekh Kamba. Terutama sekali ihwal tasawwuf, konsep kepemimpinan, Sirah Nabawiyah, dan polemik di Timur Tengah yang ternyata dilatarbelakangi oleh konflik penguasaan sumber air bersih. Syekh Kamba sangat mendalami Sirah Nabawiyah dan pernah menerjemahkan buku karya Prof. Husein Mu’nis yang berjudul “Dirasat fi al Sirah al Nabawiyyah”. Buku ini berisikan telaah historis atas sirah Nabi Muhammad SAW dari aspek sejarah perjuangan, peperangan, dan kesehatan.

Sebagai guru dan bahkan salah satu orang, selain Cak Fuad, yang dijadikan marja’ oleh Mbah Nun, Syekh Kamba memiliki tempat di hati bagi Jamaah Maiyah, khususnya kami yang menjadi — sebut saja — “anak asuhnya” di tatar Pasundan. Telah cukup lama dengan kesabaran dan kepengasuhannya Syekh Kamba menemani perjalanan dan pertumbuhan Jamparing Asih. Dalam beberapa kesempatan kami mengunjungi Beliau di kediamannya di bilangan Bandung maupun Jakarta.

Hari ini Sabtu 19 November 2016 keduanya rawuh di Bandung, kota tempat kami berpijak. Malam ini dalam acara puncak peringatan HARLAH Ke-3 CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Mbah Nun dan Syekh Kamba akan menyampaikan ilmu dan wawasan khususnya kepada para mahasiwa dan segenap civitas akademika UIN Sunan Gunung Jati dengan tema “Menyemai Akhlak, Menuai Cinta Indonesia”. Kami bahagia tak hanya karena berkesempatan turut menyambut kehadiran Guru-guru kami, tetapi juga turut bisa melingkar dan mendapatkan ilmu dalam acara ini.