Catatan Banjarmasin Bersyukur, 29-30 September 2016

Pak Walikota Ikut Melantunkan Lagu

Pak Walikota yang mengenakan peci Maiyah tampak enjoy dan ikut melantunkan lirik lagu-lagu dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa landasan berpikir yang dalam pandangan Cak Nun perlu diletakkan sebagai keberangkatan acara Banjarmasin Bersyukur malam ini telah dikemukakan untuk digenggam terlebih dahulu oleh hadirin dan khususnya oleh para pemimpin di sini. Di antaranya, kesadaran masa silam sebagai prasyarat untuk menggapai masa depan, nilai dan inti hijrah, serta pentingnya terus-menerus mempertimbangkan atau memperbaharui pandangan atas segala sesuatu, termasuk diperbaharui dan ditafsirkan terus mengapa Banjarmasin adalah kota sungai.

Muatan doa pun telah dinaikkan ke langit sejak nomor Pambuko, doa Khotmil Qur’an, dan nomor puji syukur Alhamdulillah Was Syukru Lillah yang baru disimulasikan untuk dibawakan oleh jamaah. Tiga kelompok telah dibagi, dan Cak Nun meminta masing-masing memberinya nama dengan nama makanan khas di Banjarmasin. Dan telah didapatkan: Mandai, Sangu, dan Haliling. Karena nuansa yang sarat pantun nan sastrawi tutur bahasa orang Banjarmasin ini, Cak Nun memberi kesempatan partisipan jamaah untuk membawakan ini nanti dengan lirik berbahasa Banjar pada bagian tengah atau menjelang akhir acara sesudah dipersiapkan bersama vokalis dan personel KiaiKanjeng.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Membuka pintu hubungan batin dengan jamaah, Cak Nun menyatakan bahwa acara ini selain mengandung bobot ilmu dan pemikiran haruslah tetap melahirkan kegembiraan dan kebahagiaan, apalagi ini momentum ulang tahun. Lagu pun dimulai dihadirkan. Untuk membingkai dan mengingatkan kenusantaraan bangsa Indonesia, dipilihlah nomor CC Nusantara oleh KiaiKanjeng. Para Bapak dan Ibu yang di atas panggung turut bernyanyi sembari berdiri bersama Cak Nun, Ibu Via, dan vokalis KiaiKanjeng. Pak Walikota yang berbusana gamis, dan mengenakan peci Maiyah–para stafnya pun memakai peci Maiyah–tampak enjoy dan ikut melantunkan lirik lagu-lagu dari berbagai daerah di Indonesia, seperti saat tiba pada lagu Manuk Dadali. Demikian pun dengan Ibu Walikota yang berdiri di samping Ibu Via.

Untuk visi dan berlangsungnya puncak rangkaian Ultah Banjarmasin ini, Walikota Ibnu Sina sangat mengawal langsung proses demi proses yang ditempuh. Ia luangkan waktu untuk sowan dan berdiskusi dengan Cak Nun di Kadipiro. Ia memandu dan menemani SKPD silaturahmi semalam. Mengajak Cak Nun shalat Jum’at di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, dan malam ini beliau menjemput Cak Nun untuk berjalan bersama menuju panggung. Pada doa di penghujung CC Nusantara tadi, Cak Nun mendoakan, “Dengan kebersamaan Banjarmasin ini ya Allah, Banjarmasin memenuhi persyaratan untuk menjadi tonggak dan mercusuar keindahan-Mu di Indonesia ini, jadikanlah Banjarmasin sebagai contoh dan teladan bagi kota-kota lain….” (hm/adn)