Sinau Bareng Kuduran Budaya Wanayasa, 25 September 2016

Menuju Wanayasa Untuk Puncaki Kuduran Budaya

Dari desa kita masih mendapatkan berbagai ekspresi budaya yang menunjukkan kuatnya tradisi dijaga dan dirawat. Segenap lapisan warga memberikan partisipasi, mendukung, dan terlibat dalam kegiatan yang mengalirkan makna bagi mereka.

Singkong, bahan utama Ondol.
Singkong, bahan utama Ondol. Foto: Adin.

Desa Wanayasa Kecamatan Wanayasa Banjarnegara misalnya punya perhelatan tahunan bernama Kuduran Budaya, yang saat ini sedang berlangsung. Serangkaian acara digelar sejak 17 September 2016 dan malam nanti akan dipuncaki oleh Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng.

Di antara rangkaian acara itu adalah Mlampah Samparan, Gerak dan Jalan, Festival Kuda Lumping, Pacuan Kuda Lumping, Bedhul Singkong, Bentang Ondol Sewu Meter, Sedekah Nada, dan Lampion Impian. Ondol adalah makanan khas di sini yang terbuat dari singkong. Dan sebagai salah satu acara dalam Kuduran Budaya ini, masyarakat membuat ondol yang panjangnya seribu meter dan dibentangkan di jalan dengan melibatkan banyak orang termasuk para remaja atau siswa.

Bentang Ondol Sewu Meter
Bentang Ondol Sewu Meter. Foto: Adin.

Kuduran Budaya sendiri punya sejarah dan kandungan semangat yaitu suatu momentum di mana Lurah mengajak semua wargannya untuk bersama-sama gotong royong dan bahu-membahu membangun desa, menghidupkan desa, atau menjadikan desa sebagai sumber yang memenuhi kehidupan jiwa dan kultural warganya. Untuk meneguhkan kembali kesadaran itulah, malam nanti bertempat di Lapangan Kertiyasa Wanayasa Cak Nun dan KiaiKanjeng akan hadir memenuhi undangan masyarakat Desa untuk memuncaki rangkaian Kuduran Budaya ini. Siang hingga sore hari ini, saat rombongan KiaiKanjeng bertolak dari Purbalingga menuju Wanayasa, sedang berlangsung drumband dan Bentang Ondol Sewu Meter. (hm/dnkk)