Catatan Peluncuran Antologi Esai Sastra Yogyakarta, 26 September 2016

Ketemu Cerpenis Senior Asli Jombang

Di acara Balai Bahasa Yogyakarta pagi tadi Cak Nun bertemu dengan Achmad Munif. Salah satu sastrawan dan cerpenis senior kelahiran Jombang.

Di acara Balai Bahasa Yogyakarta pagi tadi Cak Nun bertemu dengan Achmad Munif. Salah satu sastrawan senior yang sangat produktif menulis cerpen dan sama-sama kelahiran Jombang. Dia sudah produktif sebagai cerpenis sejak akhir tahun 60-an, ketika Cak Nun masih belajar. “Cak Munif,” begitu Cak Nun memanggilnya. Di sela-sela acara itu, beliau berdua berbincang-bincang. Cak Nun sangat senang, dan terlihat seperti ketemu orang yang selama ini dicarinya.

Cak Nun bertemu Cak Munif, sastrawan senior Jombang.
Cak Nun bertemu Cak Munif, cerpenis senior kelahiran Jombang. Foto: Alay.
Pak Mustofa W. Hasyim, Cak Munif dan Cak Nun
Pak Mustofa W. Hasyim, Cak Munif dan Cak Nun. Foto: Jamal.

Karena rasa senang itu, Cak Nun berpesan kepada Pak Mustofa W Hasyim supaya kalau personel-personel Majalah Sabana pas ngumpul bisa mengajak Pak Achmad Munif. Cak Nun sangat ingin menyambung silaturahmi dan persaudaraan yang awet dengan para sastrawan senior Yogyakarta dalam suatu paseduluran. Majalah Sastra Sabana pun sebenarnya juga lahir dari dorongan yang sama, di mana para alumni Persada Studi Klub Malioboro asuhan Umbu Landu Paranggi pada tahun 70-an berkumpul lagi dalam ikatan sahabat sejati. (hm/jj)