Catatan Ngaji Bareng Ponpes Agro Nuur El-Falah, Salatiga 2 Oktober 2016

Kesatuan KiaiKanjeng

Jarang ada pengajian seperti ini. Kalau ada kiai yang pakai musik, biasanya kelompok musiknya dari luar. Tapi kalau Cak Nun dan KiaiKanjeng satu kesatuan.

Sesudah rangkaian ilmu dan kegembiraan, Cak Nun membawa semua jamaah, santri, dan masyarakat memuncaki acara dengan bersama-sama khusyu’ bershalawat dan KiaiKanjeng mengiringan musik terbang saja agar relevan dengan kebutuhan untuk sublim dan mengembalikan segala sesuatunya pada keseimbangan dan mengulurkan tali gantungan kepada Allah dan Rasulullah.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Para santri ikut antri berjabat tangan dengan Cak Nun di antara jamaah pada umumnya. Mengetahui ada yang minta doa kepada Cak Nun, tak sedikit santri yang segera ambil air mineral botolan untuk minta didoakan Cak Nun. Seorang santri kelas 2 SMP menuturkan, dia ikut minta doa agar diberi kelancaran, rezeki, dan kesehatan. Seorang siswa SMP yang lainnya senang dengan acara ini, karena setelah mendengarkan Cak Nun bahwa ibu adalah yang terbaik di antara keluarga, dia merasa sadar, sebab selama ini dia bilang anak yang nakal, seperti kerap melanggar peraturan pondok, dan dia sadar kalau melanggar seperti itu berarti juga menyakiti hati ibunya.

Seorang siswa lain dari kelas 3 SMK memberikan kesaksian bahwa acara ini meriah, ceramah kiainya (Cak Nun–red.) mudah dipahami, dan kiainya (Cak Nun–red.) gampang srawung. Bahkan dia juga bilang, jarang ada pengajian dengan musik seperti ini. Kalau ada kiai yang pakai musik pun, biasanya kelompok musiknya dari luar. Tapi kalau Cak Nun dan KiaiKanjeng satu kesatuan. Demikianlah santri asal Ngablak Magelang yang tadi mengenakan seragam pramuka dan bertugas mengawal acara menuturkan dari view-nya, seorang remaja memandang KiaiKanjeng sesudah melihatnya secara langsung. (hm/adn)