Catatan Sinau Bareng Jogja Gumregah, Yogyakarta 4 Oktober 2016

Kesadaran Kontinuasi untuk Situs Warungboto

Sebelum mulai, beberapa personel KiaiKanjeng menyempatkan diri melihat situs Warungboto, yang tepat berada di samping kanan panggung.

Sore ini KiaiKanjeng telah berada di lokasi acara untuk melakukan cek suara. Karena berlangsung di kota sendiri, para personel KiaiKanjeng datang sendiri-sendiri ke lokasi. Seperti biasa, anak-anak dan warga masyarakat melihat dari dekat proses persiapan KiaiKanjeng. Sebelum mulai, beberapa personel KiaiKanjeng menyempatkan diri melihat situs Warungboto, yang tepat berada di samping kanan panggung. Sementara di sisi kiri panggung adalah TK ABA Warungboto dan salah satu gapura masuk ke dalam kampung Warungboto.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Seperti diketahui, lama situs Warungboto ini tidak terawat dengan baik, tetapi saat ini tengah mendapatkan perhatian dari Pemda DIY. Beberapa dinding di area ini telah diperbaharui, meskipun tampak pula dinding-dinding lama yang kusam. Tepat berada di tengah terdapat ceruk lingkaran yang di tengahnya terdapat mataair atau tuk.

Meskipun dalam ukuran lebih kecil, secara keseluruhan situs ini sama seperti bangunan di bagian atas atau puncak Tamansari Keraton Yogyakarta, yaitu dinding-dinding tebal, dengan pintu-pintu tak berdaun, dan ventilasi kosong, dan satu sama lain seakan membentuk labirin, tetapi sesungguhnya saling terhubung. Sebuah tata ruang yang dibangun dengan maksud dan filosofi tersendiri sebagaimana tata ruang, tata letak dan tata bangunan Keraton Mataram lainnya.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Bukan tanpa alasan kiranya penyelenggara mengundang Cak Nun dan KiaiKanjeng untuk momentum membangkitkan kembali semangat menjaga dan meletakkan situs Warungboto ini dalam kesadaran kontinuasi sejarah peradaban bangsa Indonesia. (hm/adn)