Catatan Banjarmasin Bersyukur, 29-30 September 2016

Kembali Ke Jogja dan Besok di Salatiga

Pukul 11.10 WITA, rombongan Cak Nun dan KiaiKanjeng telah meninggalkan hotel dan tiba di Bandara Syamsuddin Noor untuk kembali ke Jogja.

Pukul 11.10 WITA, rombongan Cak Nun dan KiaiKanjeng telah meninggalkan hotel dan tiba di Bandara Syamsuddin Noor untuk kembali ke Jogja. Acara Banjarmasin Bersyukur semalam telah berjalan dengan baik. Jalinan hati melalui beberapa nomor lagu, pembangunan atmosfer rohani, dan inti-inti pemikiran mengenai Sungai yang menjadi tema pembangunan Banjarmasin telah dipersembahkan Cak Nun dan KiaiKanjeng kepada Pak Walikota beserta segenap warga masyarakatnya. Tidak sedikit dari hadirin yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya atas kedatangan Cak Nun, Ibu Novia Kolopaking, dan KiaiKanjeng.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Harian Banjarmasin Post dan Media Kaltim hari ini menurunkan headline dan berita berlangsungnya acara semalam. Banjarmasin Post sendiri sudah menyambut kedatangan Cak Nun dan KiaiKanjeng dengan menghadirkan berita sejak 28 September. Satu wartawan Banjarmasin Post dan satu orang lagi dari media online ikut serta mengawal, sejak dari kedatangan, perjalanan ke Makam Tuan Guru Zaini, silaturahmi SKPD, menikmati lontong Orari, susur sungai Martapura, shalat Jumat, puncak acara Banjarmasin Bersyukur, hingga mengantarkan kepulangan Cak Nun dan KiaiKanjeng di Bandara pagi tadi.

Keduanya melihat dan mendengar secara dekat apa-apa yang terjadi pada Cak Nun. Di dalam mobil, misalnya, mereka mendengarkan Cak Nun bercerita dan memandang satu hal yang sedang dibahas dengan pandangan dan informasi yang baru mereka dengar. Di berbagai tempat, mereka menyaksikan Cak Nun dikerubungi orang yang hendak berjabat tangan dengan Beliau, sebagian minta do’a dan wejangan. Termasuk tadi malam usai acara, mereka mengikuti pertemuan santai Cak Nun menerima 25-an orang jamaah Maiyah di wilayah Kalimantan Selatan. Dalam obrolan di depan lobi hotel itu, Cak Nun memberikan bekal keberangkatan, positioning, dan prioritas dalam mereka membentuk interaksi dan ikatan di antara jamaah Maiyah Kalsel ini.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Kedua wartawan yang menemani rombongan Cak Nun ini kemarin juga melihat usai shalat Jum’at di Masjid Sabilal Muhtadin ternyata ada artis yang sedang shalat Jumat di situ. Menyadari ada Cak Nun, si artis segera menemui Cak Nun, mencium tangan dan memeluk, berfoto, dan mengatakan kepada Cak Nun, “Cak aku kondo sik, suk nek aku ono masalah, aku neng Sampeyan. (Cak, aku bilang duluan, besok-besok seumpama aku ada masalah, aku minta tolong Sampeyan)”. Sementara itu pagi tadi sembari bersiap menunggu saat berangkat ke Bandara, di coffe shop hotel, mereka juga melihat seorang Bapak sepuh dari Palangkaraya bertemu Cak Nun. Ternyata Bapak ini menempatkan Cak Nun di dalam hatinya secara khusus. Ia mengoleksi buku-buku Cak Nun, dan sejak tahun 98 mencari waktu untuk bisa bertemu Cak Nun.

Di atas pesawat Garuda, terdengar Bapak-bapak dan Mas-mas KiaiKanjeng bercengkerama, senang akan bertemu keluarga kembali, ada waktu semalam untuk istirahat, dan besok akan Maiyahan kembali di Kabupaten Salatiga. Beberapa saat lagi pesawat akan landing. Para personel KiaiKanjeng telah menegakkan sandaran, mengencangkan sabuk pengaman, melipat meja, dan beberapa di antara mereka melongokkan wajahnya ke arah daratan, di mana gedung-gedung dan bangunan di Yogyakarta sudah tampak. Mereka mengeja: oo kuwi Amplaz, kae Stadion, kae kampus,…Dan, gerimis usai hujan di Bandara Adisucipto menyambut kepulangan KiaiKanjeng. (hm/adn/wan)