Ke Menturo Seperti Pergi Haji

Mereka hendak memberikan persembahan terbaik buat Cak Nun. Kata Pak Tanto Mendut, ke Menturo ini semangat mereka seperti semangatnya orang naik haji.

Selain Takdib SMK Global bersama Letto dan pembacaan Al-Quran di Masjid Al-Faruq Umar, suasana di Menturo pagi hingga siang ini diwarnai berbagai kesibukan. Tetapi terlebih dahulu di pagi hari ini, Ibu Novia Kolopaking dari Jogja menyampaikan kabar dan permohonan doa untuk kelancaran Ibu Novi Budianto yang pagi ini menjalani operasi. Ibu Via sangat perhatian dan memandu serta mengawal langsung proses penanganan Bu Nevi.

Pagi ini para jamaah dan penggiat Maiyah terus berdatangan dari pelbagai daerah. Jumlah mereka per daerah atau per simpul bermacam-macam. Sebut saja misalnya tema-teman Maneges Qudroh datang kemari berdua puluh empat orang dengan membawa empat mobil. Mereka beramai-ramai seperti rombongan mudik. Wajah-wajah mereka sumringah dan gembira menginjakkan di tanah kelahiran guru mereka yaitu Mbah Nun.

Foto: Hariyanto.
Foto: Hariyanto.

Selain para penggiat atau jamaah yang masih relatif muda usia, pada Ihtifal Maiyah ini juga hadir para senior dan jamaah yang sudah cukup lama dan lebih tua generasinya seperti Pak Syamsul Lampung, Bang Mathar Jakarta, dan beberapa lainnya. Termasuk sesepuh Maiyah dan sahabat lama Cak Nun yaitu Bang Uki Bayu Sejati yang datang dari Jakarta.

Stan Pojok Ilmu Bu Ndut, lapak Bulletin Maiyah Jatim, serta stan Penerbit Mizan yang kali ini ikut menghadiri Ihtifal Maiyah sejak pukul 08.00 telah menyiapkan diri di lokasi yang sudah disediakan. Di depan rumah utama, telah berjajar dua meja besar yang menghidangkan makanan dan minuman untuk para jamaah dan tamu-tamu. Menu sarapan pagi tadi adalah nasi pecel. Sementara itu di dapur terlihat aktivitas memasak oleh Ibu-ibu dan dibantu adik-adik putri siswa SMK Global. Ruang-ruang yang ada sebagian sudah dipenuhi barang-barang para jamaah.

Foto: Arul, Hariyanto.
Foto: Arul, Hariyanto.

Di salah satu ruang di kompleks selatan Sentono Arum, para seniman Komunitas Lima Gunung sedang istirahat untuk memulihkan kondisi badan setelah menempuh perjalanan malam Magelang-Jombang. Untuk Ihtifal Maiyah ini mereka mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sejak bulan lalu. Tak hanya itu, entah apa penyebabnya mereka sangat bersemangat. Mungkin mereka hendak memberikan persembahan terbaik buat ultah Cak Nun ke-63 ini. Sosok yang mereka hormati dan ta’dhimi. Kata Pak Tanto Mendut, ke Menturo ini semangat mereka seperti semangatnya orang naik haji.

KiaiKanjeng sendiri pagi hari ini masih istirahat di Mojokerto selepas Tadabburan semalam di kampus Unair Surabaya dan akan bergerak ke Menturo pada siang hari. Tetapi crew dan alat-alat KiaiKanjeng sudah tiba lebih awal di lokasi pada pukul 11.20 WIB dan berbarengan pula dengan datangnya tim sound system. Segera mereka setting alat-alat.

Aktivitas persiapan teknis pun berlangsung di area  utama berukuran 6×9 meter yang baru saja direnovasi dan disempurnakan. Area berkeramik warna coklat ini merupakan perluasan dari teras komplek Pondok Padhangmbulan yang dimaksudkan untuk dapat digunakan sebagai stage atau semacam “panggung”. Di tempat inilah selama ini, Cak Nun, Cak Fuad, serta narasumber lain menyampaikan ilmu, wawasan, dan informasi kepada jamaah pada Majelis Ilmu Padhangmbulan pada setiap malam bulan purnama.