Catatan Sinau Bareng SMAN 1 Kendal, 13 Oktober 2016

Hindari Sekularisme Politik

Cak Nun mengajak para guru tidak terseret dalam sekularisme politik sehingga dapat membimbing siswa melalui ekstra-pemahaman yang komprehensif.

Suasana meriah dan lekat telah berlangsung seiring dengan Cak Nun dan KiaiKanjeng naik ke panggung. Lapangan di dalam kompeleks SMAN 1 Kendal ini dipadati oleh para siswa, wali murid, alumni, dan tamu undangan dalam keadaan penuh kekeluargaan. Para siswa, putra maupun putri, yang telah siap sejak habis Maghrib untuk mengikuti acara, sangat antusias setiap kali kali Cak Nun menyapa mereka dengan pertanyaan yang mempertautkan hati. Ini adalah acara ulang tahun sekolah mereka yang ke-55. Cak Nun mengantarkan dan membimbing mereka dengan padatan nilai-nilai yang diharapkan menjadi file-file di dalam pikiran dan hati mereka.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Pada bagian awal, anak-anak SMAN 1 Kendal beserta hadirin lainnya diajak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Syukur untuk menyatakan syukur atas anugerah Tuhan yang telah diberikan kepada civitas akademika ini. Sehaluan dengan semangat syukur ini, Cak Nun mengingatkan bahwa kenyataan mereka lahir sebagai orang Indonesia dengan nasionialisme yang sungguh-sungguh merupakan syariat atau perintah Allah, sebab Allah yang mentakdirkan mereka menjadi orang Indonesia. Jadi, ada hubungan antara menjadi orang Indonesia dengan Tuhan. Hal ini diingatkan Cak Nun karena pemikiran politik modern mengajarkan agar kita memisahkan antara negara dan agama. Padahal ada hubungan antara kita, tanah air, negara, dan Tuhan.

Semua ketidakakuratan dalam memahami hubungan dapat berdampak dalam banyak hal dan pengelolaan politik, termasuk dalam wacana-wacana pilkada. Karena itu, Cak Nun mengajak para guru tidak terseret dalam sekularisme politik sehingga dapat membimbing siswa melalui ekstra-pemahaman yang komprehensif. Itulah nilai pertama yang dipesankan Cak Nun di awal Sinau Bareng ini.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Para siswa menyimak dengan baik apa-apa yang disampaikan Cak Nun. Demikian pula dengan para jamaah lainnya. Komunikasi yang di dalamnya berlangsung proses penyampaian gagasan-gagasan sangat enak dipandu oleh Cak Nun. Respons-respons dari para siswa menunjukkan hidupnya suasana malam ini. Pohon-pohon palem yang tertanam di depan setiap kelas dan taman-taman kecil di bawahnya ikut menjadi saksi meriah-berilmunya Sinau Bareng ini. Sorak-sorai kegembiran kerapkali terlontar dari anak-anak SMAN 1 Kendal ini. Saat ini mereka diajak menyimak persembahan lagu Keroncong Bengawan yang dibawakan oleh Bu Wiwik guru Kimia di sekolah ini. Guru yang serba bisa, kata anak-anak. (Hhm/adn).