Harapan Adik Kelas di Jurusan Tari

Mas Jijid Kiakanjeng bertemu seorang perempuan yang ternyata adalah adik kelas nya di jurusan Tari ISI Yogyakarta kala itu.

Jika Adit “drummer muda” KiaiKanjeng bertemu gurunya, lain halnya dengan drummer senior-nya, yaitu Mas Jijid. Di boarding room menjelang penerbangan ke Pangkalpinang, ia bertemu seorang perempuan yang ternyata adalah adik kelasnya di jurusan Tari ISI Yogyakarta kala itu.

Banyak yang mengira latar belakang pendidikan formal kakak kandung mas SP Joko ini adalah seni musik, karena memang ia mahir memainkan berbagai alat musik. Sesungguhnya, ia justru menekuni tari atau koreografi di ISI. Tetapi, rupanya memang orang-orang KiaiKanjeng adalah pribadi-pribadi pembelajar yang mandiri. Selain drum, Mas Jijid juga piawai memainkan gamelan, keyboard, maupun bonang. Sewaktu latihan gamelan Jawa di tempat Mas Sariyanto beberapa waktu lalu, salah satu penyuka batu akik di lingkaran KiaiKanjeng ini mendapatkan jatah memainkan demung.

Mas Jijid bertemu adik kelasnya
Mas Jijid bertemu adik kelasnya. Foto: Adin.

Ibu yang adik kelasnya Mas Jijid tadi tujuannya pun sama, menuju Pangkalpinang. Ia barusan kembali dari Yogyakarta. Sudah lama ia bekerja di Pangkalpinang sebagai salah satu pejabat di Dinas Kebudayaan Pangkalpinang. Sebagai orang yang pernah lama tinggal di Yogyakarta, ditambah lagi bertemu Mas Jijid, membuat ia merasa Yogyakarta memiliki nuansa, iklim, dan rasa yang khusus dalam hal kehidupan kesenian. Hal yang menjadikannya ingin menularkan atmosfer yang sama di tempat-tempat lain.

“Sebenarnya saya juga pingin  mengundang KiaiKanjeng hadir dan pentas di Pangkalpinang,” ujarnya kepada Mas Jijid setelah ngobrol cukup lama.