Sinau Bareng Kuduran Budaya Wanayasa, 25 September 2016

Gotong Royong Adalah Akibat

Gotong royong yang kuat, adalah akibat, bukan sebab. Gotong royong adalah akibat dari adanya rasa aman, rasa percaya satu sama lain, serta adanya keadilan.

Masyarakat Wanasaya dipuji Cak Nun. “Saya senang di sini tak banyak problem, mudah-mudahan tidak ditimpa masalah dari atas, dan juga jangan sampai pula muncul masalah dari dalam diri Wanayasa. Gotong royong yang kuat, seperti di sini, adalah akibat, bukan sebab. Gotong royong adalah akibat dari adanya rasa aman, rasa percaya satu sama lain, serta adanya keadilan. Selama ini banyak yang berupaya membangun gotong-royong dengan menganggap gotong royong sebagai sebab sehingga malah tidak tercapai karena salah identifikasi.”

Gotong royong yang kuat, seperti di sini, adalah akibat, bukan sebab
Gotong royong yang kuat, adalah akibat, bukan sebab. Foto: Adin.

Di dalam Maiyahan atau Sinau Bareng malam ini pun gotong royong itu terasa. Setiap jamaah baik yang duduk maupun berdiri tanpa mereka sadari satu sama lain saling menjaga, memberi ruang, dan saling membantu. Tidak ada yang memancing saling bicara sendiri di antara mereka, karena semua berkonsentrasi ke depan menyimak ilmu dan pembahasan-pembahasan. Mereka tahu kapan diam, kapan tepuk tangan, kapan merespons, bagaimana mengondisikan anak yang diajaknya, dan  bagaimana mendengarkan sepenuh perhatian. Dengan kondisi demikian, gotong royong memang muncul sebagai akibatnya. (hm/adn)