Catatan Ngaji Bareng HUT Ke-723 Tuban, Alun-Alun Tuban 25 November 2016

Generasi Pelipat Jarak

Cak Nun meyakini bahwa para jamaah ini adalah qoumun akhor, kaum terbaru dan lain sama sekali yang nanti akan kompatibel dengan kebutuhan masa depan.
Foto: Adin.
Foto: Adin.

Lama-lama jamaah makin padat di bawah guyuran hujan, seakan mengatakan tak ada bedanya hujan atau tidak, mereka tetap full semangat mengikuti Ngaji Bareng ini. Perjumpaan ini terlalu sayang untuk dilewatkan. “Saya bersyukur meskipun tidak tega melihat kalian semua. Allah malam ini tidak memberi enak tetapi ilmu. Engkau memilih mana? Allah tidak memberikan kenyamanan tetapi kesadaran. Engkau memilih yang mana?”, sapa Cak Nun kepada seluruh jamaah, yang kebanyakan para generasi muda.

Serempak mereka menjawab “ilmu dan kesadaran”. Lalu Cak Nun menguraikan bahwa jika mereka hujan-hujan seperti mau datang, itu berarti mereka adalah orang-orang yan terpilih oleh Allah. Mereka akan mendapatkan amanat, peran, dan tugas dari Allah di masa depan untuk skala yang lebih luas atau nasional, dan Allah akan memfasilitasi. “Mudah-mudahan donga-mu dikabulkan Gusti Allah, pikiranmu dilandepke, uripmu dikawal malaikat, ganjaranmu akeh, lan suwagomu duwur banget,” doa Cak Nun disambut amin amin amin yang keras dan mantap dari Jamaah.

Cak Nun meyakini bahwa para jamaah ini adalah qoumun akhor, kaum terbaru dan lain sama sekali yang nanti akan kompatibel dengan kebutuhan masa depan. Mereka datang kemari ini juga satu bentuk ziroah atau tandur kebaikan untuk masa depan. Tak hanya dari Tuban sendiri. Banyak yang datang dari luar kota: Bojonegoro, Mojokerto, Lamongan, Madiun, dan lain-lain, bahkan Yogyakarta. Jarak puluhan kilometer seakan enteng saja untuk dengan mudah dilipat dalam praktik waktu dan energi mereka. Harap dicatat, sebagian dari mereka itu naik motor. Dan mereka sudah dan akan sering datang Ngaji Bareng yang diadakan di berbagai kota.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Itu sebabnya, Cak Nun ingin memanjakan mereka yang telah bersusah payah dan berjuang datang ke alun-alun kota Tuban ini. Apalagi malam ini, Ibu Novia Kolopaking untuk kali pertama ikut Cak Nun dan KiaiKanjeng dalam HUT Tuban yang sudah beberapa tahun ini dihadiri Cak Nun dan KiaiKanjeng. Khususnya buat Ibu-ibu, Ibu Novia diminta Cak Nun menyapa dan menembangkan lagu-lagu yang diiringi dan ditemani KiaiKanjeng beserta para vokalis. (hm/adn)