Catatan Ngaji Bareng Bersih Deso Gogodeso, Blitar 13 November 2016

Ekspoisisi Shalawat Badar KiaiKanjeng

Shalawat Badar kemudian dilantunkan oleh para vokalis KiaiKanjeng dalam berbagai versi nuansa, termasuk nuansa ragam etnik.

Rumput hijau yang luas lapangan Sanjaya Gogodeso ini adalah karpet alam tempat masyarakat dan jamaah duduk bersama dengan rapi. Semalam dan sore tadi hujan datang mengguyur, tetapi karena lapangan ini sudah dilengkapi sistem resapan yang baik, kondisi tanahnya tidak becek, sehingga jamaah dapat duduk dengan baik, meskipun sebagian tetap membawa alas.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Malam ini masyarakat Desa Gogodeso Kanigoro Blitar punya hajat Bersih Deso dan Festival Seni Pedesaan. Rangkaian acara sudah berlangsung sejak kemarin, dan malam ini adalah puncak acara dengan menggelar Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng. Bersih deso dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas anugerah alam, permohonan agar dijauhkan dari bala bencana, dan harapan agar silaturahmi antar warga terjalin selalu.

Sembari menunggu kedatangan Cak Nun, KiaiKanjeng yang sudah berada di lokasi lebih awal, segera naik panggung. Menyapa, menyambung hati, dan mengajak mereka melantunkan shalawat Badar. Sebelum sampai ke liriknya, KiaiKanjeng menghadirkan eksposisi musikal yang cukup panjang, yang menghadirkan kekuatan magis musik KiaiKanjeng. Shalawat Badar kemudian dilantunkan oleh para vokalis KiaiKanjeng dalam berbagai versi nuansa, termasuk nuansa ragam etnik. Jamaah mengikuti dengan khidmat dan enjoy.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Tepat sesudah deretan shalawat Badar ini, Cak Nun datang dan langsung naik ke panggung. Sama seperti KiaiKanjeng, Cak Nun mengenakan busana hitam-hitam dan peci Maiyah merah putih. Jamaah menyambut kehadiran beliau dengan antusias. Yang berada di depan panggung menyongsongnya dengan minta jabat tangan. Cak Nun pun melayani dengan baik, tanpa ada rebutan sedikit pun. Tidak menyebabkan yang di bagian belakang mereka menyusul untuk minta hal yang sama. Mereka tahu, acara harus segera dimulai dan ada waktunya sendiri buat bersalaman, yaitu di akhir acara nanti.

Seperti biasa, Cak Nun juga sekaligus mengundang para sesepuh, tuan rumah, dan narasumber untuk naik ke panggung. Jamaah telah bersiap mengikuti Sinau Bareng. Komunikasi sudah terbangun sejak Mas Islam membuka dan menyapa jamaah. Terlihat mereka sangat siap mengikuti acara. Mereka telah menanti puncak acara Bersih Deso ini, desa mereka. (hm/adn)