Catatan Mocopat Syafaat 17 September 2016

Dari Jejak Bahasa Arab di Dunia hingga Tamu dari Vihara

Selain Ustadz Walid, tamu yang datang ke Mocopat Syafaat adalah rombongan Romo Pandita Buddha dari Vihara Cetiya Kalyana Mitta Pekojan Jakarta Barat.

Para jamaah Mocopat Syafaat kedatangan tamu dari Mesir, yaitu Ustadz Walid As-Sayid. Ia adalah salah satu kolega Cak Fuad yang berkhidmat di bidang pendidikan Bahasa Arab. Malam itu Ia hadir bersama anak-anaknya dan ditemani oleh Cak Fuad. Di depan jamaah, Ia banyak berbicara mengenai posisi dan pentingnya bahasa Arab. “Bahasa Arab itu pertama-tama adalah bahasa Agama, karena itu belajar bahasa Arab ada urusannya dengan beragama, dan itu berbeda dengan agama-agama lain…,” tuturnya.

Mocopat Syafaat edisi September 2016
Mocopat Syafaat edisi September 2016

Pembawaannya jauh dari kesan ustadz. Sejak tiba di rumah di TKIT Alhamdulillah, Ia langsung akrab dengan siapapun setiap kali Cak Fuad memperkenalkan kepadanya. Senyumnya tersungging, dan di panggung Ia bisa merespons humor atau canda yang terlontar. Malam itu, Cak Nun menyuguhinya dengan nomor-nomor Umi Kultsum yang dibawakan KiaiKanjeng. Ustadz Walid sendiri dulunya tergolong orang yang mengharamkan musik. Namun, setelah mendalami fatwa-fatwa yang mengharamkan musik, Ia berkesimpulan lain. Dalil-dalil yang dipakai fatwa tersebut bukan tentang keharaman musik, tetapi gambaran tentang suatu masa. Musik adalah salah satu jalan menuju Allah. Demikian Ia mengatakan.

Dari ustadz Walid dan Cak Fuad, jamaah menyerap pelbagai hal tentang bahasa Arab. Jejak Bahasa Arab di Dunia. Itulah kira-kira garis besar muatan yang diberikan Cak Nun untuk menggali wawasan dari kedua Beliau. Cak Fuad pun menyampaikan beberapa perkembangan Bahasa Arab di dunia. Di antaranya, nanti pada saat siaran langsung sepakbola Piala Dunia, bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang digunakan. Bahasa Arab merupakan satu dari sedikit bahasa yang mengalami perkembangan pesat secara demokratis. Di antaranya, semakin mewarnai jaringan internet.

Cak Nun, Ustadz Walid, Romo Pandita Buddha, K. Muzammil, Mbak Novia, Noe dan Kiaikanjeng
Cak Nun, Ustadz Walid, Romo Pandita Buddha, K. Muzammil, Mbak Novia, Noe dan Kiaikanjeng

Selain Ustadz Walid, tamu yang datang ke Mocopat Syafaat adalah rombongan Romo Pandita Buddha dari Vihara Cetiya Kalyana Mitta Pekojan Jakarta Barat. Sebelum acara, para romo ini sudah menikmati suasana Mocopat Syafaat: njajan di angkringan di antara jamaah yang mulai berdatangan. Romo Pandita Buddha ini sengaja hadir ke Mocopat Syafaat sesudah menyimak acara-acara Cak Nun melalui youtube. Dari situ, mereka berpendapat bahwa Cak Nun adalah sosok yang tinggi ‘dharma’-nya. Mereka ingin belajar dan mendapatkan pencerahan dari Cak Nun.