Cak Nun Hadiri Haul Imam Lapeo

Akhmad Syaikhu menceritakan bahwa alasan keluarga Imam Lapeo mengundang Cak Nun adalah kerinduan keluarga dan kerinduan masyarakat Mandar kepada Cak Nun.

Sesudah berkunjung ke bumi Mandar pada rangkaian Rihlah Cammanallah pada akhir April 2016 lalu, pagi hari ini 22 Agustus 2016 Cak Nun kembali datang ke Mandar dalam rangka menghadiri dan memenuhi undangan panitia Haul KH. Muhammad Thahir Imam Lapeo ke-64 di Lapeo Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat.

Rangkaian Haul ini berlangsung beberapa hari, dan salah satu yang istimewa adalah agenda hari ini yang oleh panitia diberi tajuk Pengajian dan Ziarah Hibbiyah Emha Ainun Nadjib. Acara ini akan dimulai usai shalat Maghrib dan bertempat di Masjid Nuruttaubah Lapeo dan dihadiri oleh keluarga besar Imam Lapeo, Imam Masjid se-Kecamatan Lapeo, serta pimpinan dan santri Pondok Pesantren se-Kabupaten Polewali.

Cak Nun mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Agenda acaranya pun sederhana dan diniatkan sebagai satu kekhusyukan dalam memperingati Haul Tosalama KH. Muhammad Thahir Imam Lapeo, yaitu pembacaan doa, Yasin, Tahlil, shalat Isya berjamaah, shalawat iftitah oleh majelis dzikir dan shalawat an-Nahdliyyah, ungkapan persaudaraan dan ahlan wa sahlan dari sohibul bait, dan disambung dengan pengajian oleh Cak Nun.

***

Untuk keperluan acara Haul Imam Lapeo ini, semalam 21 Agustus 2016, setelah sehari sebelumnya Maiyahan bersama KiaiKanjeng di Pondok Pesantren Al-Huda Doglo Boyolali Jawa Tengah, Cak Nun telah bertolak ke Sulawesi dan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 22.15 WITA, dan langsung dijemput oleh Achmad Syaikhu, salah seorang cucu Imam Lapeo, dan Thalib, ketua Teater Flamboyan Mandar. Dari Makassar, perjalanan selanjutnya adalah perjalanan darat menuju Kabupaten Polewali.

Istirahat sejenak sebelum perjalanan darat menuju Kabupaten Polewali
Istirahat sejenak sebelum perjalanan darat menuju Polewali

Kepada Cak Nun, Akhmad Syaikhu menceritakan bahwa alasan keluarga Imam Lapeo mengundang Cak Nun adalah kerinduan keluarga dan kerinduan masyarakat Mandar kepada Cak Nun. Selain itu, undangan ini sekaligus sebagai ungkapan terima kasih kepada Cak Nun karena selama ini Cak Nun sering mengisahkan kehidupan Imam Lapeo di dalam tulisan-tulisannya sebagai salah satu ulama dan wali yang dimiliki oleh masyarakat Mandar. Dan lebih khusus lagi adalah bagaimana view dan perspektif Cak Nun dalam memandang perjuangan, walayah, dan etno-sosiologi cinta yang terjalin antara Imam Lapeo dan masyarakat Mandar.

Haul ini sendiri diselenggarakan kembali sesudah terakhir diadakan pada 2004 sebelum terbentuknya provinsi Sulawesi Barat di mana Polewali merupakan salah satu kabupaten di dalamnya. Sekalipun dijadwalkan menyampaikan pengajian, intensi utama Cak Nun memenuhi undangan ini adalah turut merasakan suasana, atmosfer, dan spiritualitas Imam Lapeo yang terpancarkan melalui Haul-nya ini. Terakhir Cak Nun berziarah di makam Imam Lapeo, mengunjungi Masjid-nya yang agung dan megah, serta bersilaturahmi dengan keluarganya pada 2011 saat perjalanan Safinatun Najah bersama Jamaah Maiyah ke Mandar.