Cak Fuad, Dzat Maiyah, dan Bahasa Arab

Dzat Maiyah, Ahmad Fuad Effendy (Cak Fuad) saat ini berada di Riyadh, untuk memenuhi undangan menteri pendidikan Arab Saudi, Dr. Ahmad Al-Issa.

Dzat Maiyah, Ahmad Fuad Effendy (Cak Fuad) saat ini berada di Riyadh, untuk memenuhi undangan menteri pendidikan Arab Saudi, Dr. Ahmad Al-Issa dan anggota majelis Umana’.

Cak Fuad secara berkala terus bertugas ke berbagai Negara terutama Arab Saudi melaksanakan tugasnya sebagai 1 dari 9 anggota Dewan Pembina dalam King Abdullah bin Abdul Aziz International Center for Arabic Language atau Markaz Al-Malik Abdullah bin Abdul Aziz Ad-Dauli li Khidmati Al-Lughah Al-Arabiyah.

20160504-cak-fuad-01

Kecintaan kepada bahasa Arab mengantarkan beliau menjadi tokoh dunia. Di usia yang kata banyak orang disebut masa pensiun, beliau diminta menjadi Dewan Pembina untuk masa bakti 2014-2017 bersama 8 orang lainnya. Yaitu lima orang dari Arab, dua orang dari Afrika, dan seorang lagi dari Eropa. Dalam posisi tersebut, tugasnya antara lain  melakukan evaluasi kinerja dan mengesahkan perbagai program kerja King Abdullah Bin Abdulaziz International Center.

Selain itu, mereka  juga melakukan rapat 5 kali dalam setahun. Pertama di Riyadh, dan beberapa waktu lalu juga pernah di Spanyol yang sempat diceritakan beliau pada Mocopat Syafaat bulan Desember 2015. Meskipun berkumpul dengan pengurus dari berbagai negara, Cak Fuad mengaku tidak ada masalah. Karena dalam setiap kali pertemuan kerja, bahasa yang digunakan para Dewan Pembina lainnya adalah bahasa Arab.

20160504-cak-fuad-02

Cak Fuad merupakan orang yang sangat rendah hati dan tidak ingin pamer. Di saat banyak orang berusaha sangat keras meniti karir, dan pada saat mencapai posisi yang tinggi mereka memamerkan dan membanggakan ‘capaian’ nya, tapi Cak Fuad tidak seperti itu. Beliau pernah diberi amanah dalam masa pengabdiannya di sebuah universitas negeri di Malang, untuk menjalani “peran” sebagai Dekan di sana. Dan keluarga besar beliau baru mengetahui jika beliau pernah menjadi Dekan, justru pada saat beliau sudah tidak menjadi Dekan. Cak Fuad dengan kerendahhatiannya dengan sangat ketat menutupi posisinya tersebut.

Tidak ingin pamer, Cak Fuad tidak memberikan muatan pertemuan atau diskusi di berbagai pertemuan dunia itu, dan tidak pernah juga berhasil meminta dari beliau. Kali ini Maiyah memperoleh beberapa foto dengan keterangan sangat singkat. Tidak dari Cak Fuad, melainkan dari komunitas Abu Sittin, yakni sahabat-sahabat Cak Fuad sesama alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo.

Bersamaan dengan padatnya kegiatan Maiyah: Rihlah Cammanallah ke Mandar, Letto bolak-balik ke Jawa Timur, Ibu Via membuka Festival Sekolah Keluarga, serta berlangsungnya Maiyahan rutin, siang ini, 4 Mei 2016, sahabat-sahabat beliau di Gontor tersebut berkumpul di Magelang. Tetapi Cak Fuad tidak bisa hadir karena mendadak harus ke Riyadh untuk pelaksanaan kewajibannya dalam urusan bahasa Arab dunia. Pertemuan di Magelang yang merupakan reuni ini juga dihadiri oleh Cak Nun dan KiaiKanjeng dan jauh-jauh hari sudah dipersiapkan.

20160504-cak-fuad-03

Dalam kunjungan ke Saudi kali ini, Cak Fuad juga diundang warga negara Indonesia yang bermukim di Riyadh. Bisa dikatakan sangat terlambat mereka “tahu” Cak Fuad terutama “keperluan”nya di ibu kota Kerajaan Arab Saudi itu.

Awalnya dulu, Cak Fuad menyapa dan bertanya-tanya ke seorang karyawan hotel yang orang Indonesia. Sebagai salah satu Dewan Pembina dan satu-satunya wakil Asia Pasifik, sebelumnya beliau tidak pernah disapa oleh tamu-tamu dari Indonesia, apalagi pembesar-pembesarnya yang lebih “mengaggap” bangsa lain daripada saudara bangsa sendiri.