Tadabburan Ponpes An-Nahl Purbalingga, 24 September 2016

Bukan Massa Melainkan Unikum Individu-Individu

Tatap mereka dengan hati, niscaya akan Engkau peroleh mozaik yang kaya. Ini adalah unikum-unikum individu dengan segala kekuatan dan rahasianya.

Jangan melihat banyaknya orang yang datang ini sebagai massa. Itu kata yang menggebyah uyah, merendahkan, dan membuat Anda malas menatap kenyataan yang detail, sehingga Anda akan luput dalam menangkap rezeki ilmu. Lupakan kata itu. Dekatilah satu demi satu. Tatap mereka dengan hati dan keluasan jiwa, niscaya akan Engkau peroleh mozaik yang kaya. Engkau menemukan bahwa ini adalah unikum-unikum individu dengan segala kekuatan dan rahasianya.

Hujan bisa sejenak dihalau dengan bantal mungil milik anaknya
Hujan bisa sejenak dihalau dengan bantal mungil milik anaknya. Foto: Adin.

Sorot matanya penuh konsentrasi dan antusias menyimak pemahaman-pemahaman yang akan dibawa pulang ke rumah. Hujan bisa sejenak dihalau dengan bantal mungil milik anaknya. Dan sang anak cukup ditidurkan di pangkuannya, dalam kehangatan yang berpadu dengan tetes air hujan. Ibu dan anak. Satu di antara kombinasi jamaah yang makin sering dijumpai dalam Maiyahan di berbagai tempat. Ibu datang dengan kesiapan memahami, anak datang dengan membawa folder yang siap menampung file-file yang akan loading di masa depan mereka. (hm/adn)