BMJ Edisi Spesial Ihtifal Maiyah

Bagi jamaah Maiyah Jawa Timur, wa bil khusus Padhangmbulan dan Bangbang Wetan, BMJ (Buletin Maiyah Jatim) adalah salah satu “hadiah” Maiyah.

Bagi jamaah Maiyah Jawa Timur, wa bil khusus Padhangmbulan dan Bangbang Wetan, BMJ atau yang lebih dikenal sebagai Buletin Maiyah Jatim adalah salah satu “hadiah” Maiyah. Sejak awal mula diterbitkan pada 2009, BMJ sudah bertransformasi sedemikian rupa. Mulai dari berbentuk selembar kertas, hingga saat ini menjadi sebuah “majalah mini”. Dan di bulan Mei 2016 ini, tim BMJ berniat menerbitkan edisi spesial Ihtifal Maiyah dan #63TahunCakNun.

Menempatkan tulisan khusus dan istimewa dari Cak Nun berjudul “Energi Sulthan” pada tajuknya, BMJ menghadirkan beberapa cerita mengenai masa kecil Beliau, tentang Maiyah yang Beliau asuh, serta beberapa info mengenai simpul-simpul dan lingkar Maiyah Nusantara.

BMJ Edisi Spesial Ihtifal Maiyah
BMJ Edisi Spesial Ihtifal Maiyah.

Pada terbitan spesial kali ini, tim BMJ mendapatkan suntikan, dorongan, dan besutan khusus dari Cak Nang sebagai pembina jamaah Maiyah yang sangat concern terhadap perkembangan-perkembangan Jamaah Maiyah.

Adanya koordinasi dan pertukaran ide dan persiapan sejak satu bulan sebelumnya dimaksudkan untuk semakin membuat BMJ edisi spesial ini terasa lebih berbobot dari biasanya, serta semoga mendapatkan tempat tersendiri di hati jamaah yang pada Ihtifal Maiyah ini datang dari berbagai daerah di Indonesia. “Sangat senang rasanya bila bisa menyuguhkan sesuatu yang spesial buat sedulur-sedulur Maiyah semua pada momen yang spesial pula,” ujar salah satu anggota tim BMJ.

Di dalamnya, Kiai Muzammil dan Mas Sabrang turut memberikan “isi” pada edisi kali ini. Cak Fuad, yang selama ini kami mohon berkenan menjadi narasumber tetap menceritakan kenangan masa kecil dengan Cak Nun. Cak Nun sendiri membagikan ilmunya di rubrik mata air.

Pada rubrik nukleus, Cak Rudd Blora mengisahkan Padhangmbulan sebagai Arboretum Seribu Simpul. Dan sebagai tamu, tak lupa tim BMJ mengisi edisi spesial dengan wawancara bersama pak Tanto Mendut yang merupakan pendiri dan pimpinan Komunitas Lima Gunung.

Sambil bersenda gurau di ruang kesekretariatan yang sudah disiapkan, siang ini beberapa penggiat dari Bangbang Wetan terlihat santai membungkus BMJ dengan plastik, dengan tujuan agar kualitasnya tetap terjaga hingga sampai ke tangan pembaca.

Tim BMJ.
Tim BMJ.

Kisah yang diceritakan mas Prayogi — penulis Spiritual Journey Emha — menjadi salah satu rubrik yang amat menarik untuk dibaca. Dalam satu paragrafnya yang berbunyi “salah satu pertanda seseorang diangkat Allah sebagai KekasihNya yang spesial adalah, Allah mengizinkan hambaNya itu untuk mengkreasikan masa depan”. Semoga kalimat tersebut bisa menjadi do’a yang dikabulkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla sebagai salah satu upaya Cak Nun mengayomi Indonesia dan kado teramat spesial di usia Beliau yang ke 63. Wallahu A’lam.

Selamat ulang tahun, Sang Guru Maiyah. Doa-doa terbaik kami panjatkan untukmu, keluargamu, dan orang-orang yang akan, sedang dan sudah bersinggungan denganmu.