Catatan Banjarmasin Bersyukur, 29-30 September 2016

Banjarmasin Bersyukur 490 Tahun Usianya

Dalam sejumlah hal, Indonesia harus belajar kepada Banjarmasin dari lebih tua dari negara Indonesia, kata Cak Nun membuka Banjarmasin Bersyukur.

Masyarakat sudah berkumpul di pelataran dan jalan di depan Kantor Walikota Banjarmasin. Pak Walikota Ibnu Sina berserta istri berjalan kaki menuju hotel untuk menjemput Cak Nun dan Ibu Novia Kolopaking dan kemudian berjalan kaki bersama menuju lokasi acara Banjarmasin Bersyukur dalam rangka memeringati Hari Jadinya ke-490.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Begitu sampai di panggung, Cak Nun mengajak segenap hadirin berdiri manyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan kemudian untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah Lagu Syukur serentak dinyanyikan dipimpin oleh Ibu Novia Kolopaking. Pak Walikota Ibnu Sina menyampaikan sambutan ringkas padat berisi harapan dan doa agar Allah memberikan berkah kepada Banjarmasin sehingga dapat menjadi Kota Sungai terindah di Indonesia, dan bahwa kehadiran Cak Nun dan KiaiKanjeng malam ini merupakan berkah tersendiri bagi Banjarmasin. Sesudah itu, acara langsung sepenuhnya diserahkan kepada Cak Nun, dan Pak Walikota beserta jajarannya duduk di depan bersama Cak Nun dan tawajjuh kepada seluruh yang hadir. Pak Walikota sangat gembira, berseri bersih wajahnya, bisa bersama-sama tiba pada momentum hari yang jauh hari sudah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dengan alam pemikiran yang serius tentang membangun Banjarmasin berangkat dari anugerah sungai-sungainya.

Foto: Adin.
Foto: Adin.

Pertama-tama Cak Nun menyampaikan selamat kepada kota Banjarmasin ke–490. Usia kota yang jauh lebih tua dibanding kota kedua dalam perjalanan hidup Cak Nun yaitu Yogyakarta. “Dalam sejumlah hal, Indonesia harus belajar kepada Banjarmasin dari lebih tua dari negara Indonesia. Banjarmasin adalah benteng budaya Indonesia.” Acara Banjarmasin Bersyukur bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng pun telah dimulai. (hm/adn)