Catatan Sinau Bareng SMAN 1 Kendal, 13 Oktober 2016

55 Tahun SMANlK Bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng

Dalam rangka memeringati ulang tahunnya yang ke-55, SMAN 1 Kendal (SMANIK) malam nanti mengajak para siswanya untuk Sinau Bareng Cak Nun KiaiKanjeng.

Dalam rangka memeringati ulang tahunnya yang ke-55, SMAN 1 Kendal (SMANIK) Jawa Tengah malam nanti mengajak para siswanya untuk Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng. Acara digelar di lapangan tengah SMANIK yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Kendal. Selain para siswa, penyelenggara juga mengundang kehadiran wali siswa dan masyarakat pada umumnya.

20161013-sma1k-01

Permohonan yang datang dari SMA atau sekolah menengah merupakan salah satu segmen yang bisa dikatakan sering mengundang Cak Nun dan KiaiKanjeng. Terakhir SMAN 7 Purworejo menghadirkan Cak Nun dan KiaiKanjeng untuk rangkaian Lustrum ke-V sekolah tersebut pada 8 September 2016. Pada jenjang yang sama, saat acara di Ponpes Agro Nuur El-Falah Salatiga 2 Oktober 2016, salah satu audiens utamanya adalah para siswa SMK Darma Lestari yang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh Ponpes tersebut.

Sama dengan di SMAN 7 Purworejo maupun tempat lain, kehadiran Cak Nun dan KiaiKanjeng malam nanti di SMANIK Kendal oleh penyelenggara dimaksudkan untuk memberikan bekal bagi para siswa dalam menapak masa depan mereka. Mereka boleh bergembira dalam memeringati ulang tahun sekolah mereka dengan berbagai jenis kegiatan, tetapi mereka tetap harus selalu ingat akan fokus di masa depan. Mereka adalah generasi sangat muda Indonesia yang sejak dini perlu menata diri dan mendapatkan pupuk bergizi serta menyehatkan bagi perkembangan mereka ke masa depan, yakni masa depan Indonesia yang lebih baru.

Selain mereka sudah memperoleh muatan-muatan akademik di kelas dari para guru, mereka juga perlu mendapatkan pembangunan diri agar keluar, menonjol, dan teraktualisasikan karakter-karakter mereka sebagai individu yang dititipi talenta dan kehendak-kehendak Tuhan. Pada titik itulah, salah satunya, Cak Nun diharapkan membabar paradigma pendidikan berpijak pada otentitisitas, yang tak hanya tertuju kepada siswa, tetapi juga para guru dan orangtua.