17 Juli 2014: Maiyahan Bersama Timnas U19

Indra Syafri, Evan Dimas, Ilhamudin serta official Timnas U19 akan hadir di Majelis Masyarakat Maiyah Mocopat Syafaat 17 Juli 2014.

Sesudah beberapa kali pertemuan dengan Cak Nun dan Sabrang serta lingkaran Kadipiro, pelatih kesebelasan nasional U-19 Indra Syafri bersama para official kesebelasan nasional U-19 serta pemain utamanya Evan Dimas dan Ilhamudin akan hadir di Majlis Masyarakat Maiyah Mocopat Syafaat 17 Juli 2014 di Yogyakarta.

Evan dan Ilham pukul 22.00 harus undur diri karena disiplin program irama pelatihan, tapi Pelatih Indra Syafri akan melanjutkan diskusi dan perenungan dengan Jamaah Maiyah.

Bersama Timnas U19-1

Jamaah Maiyah akan  berkesempatan belajar kembali menemukan diri-keindonesiaannya sebagaimana pemuda-pemuda belia Nusantara yang tergabung dalam kesebelasan U-19, yang juga sedang mengolah pembelajaran yang sama.

U-19 memang “hanya” sepakbola, tapi jangan dikira ia tidak lahir dari pembaharuan cara pandang tentang potensi keindonesiaan, komitmen terhadap orisinalitas, ideologi otentik tentang pengkiblatan, metodologi pembelajaran, keteguhan independensi, serta harga diri kebangsaan.

U-19 menolak menjadi ekor Eropa dan Amerika Latin, maka ia menjadi dirinya sendiri. Demikianlah seharusnya Indonesia melahirkan dirinya 2014 ini.

Jamaah Maiyah sudah belajar ilmu dan pengetahuan yang komprehensif, multi assosiasi dan analogi, menemukan garis hubungan antara seekor serangga dengan Malaikat, antara tutup botol dg tipudaya global, antara ekor Naga dengan Presiden, atau antara apapun dengan apapun.

Kadipiro meminta Jamaah Maiyah Mocopat Syafaat atau masyarakat umum untuk hadir lebih awal di Tamantirto Kasihan Bantul 17 Juli 2014, karena pukul 20.00 tepat para tamu dan KiaiKanjeng sudah memulai maiyahan.

Yang Tenggelam dan Yang Terbit

Ada bagian dari Indonesia yang sedang melangkah pasti menuju jurang kematian, ada bagian lain dari Indonesia yang diam-diam sedang menyusun kelahiran

Ada bagian dari Indonesia yang sedang  gegap gempita memuncaki kehancuran, ada bagian lain dari Indonesia yang tak kentara sedang menata kebangkitan

Ada bagian dari Indonesia yang sedang riuh-rendah menyempurnakan kepalsuan, ada bagian lain dari Indonesia yang  tersembunyi dari pemberitaan sedang merintis kesejatian

Ada bagian dari Indonesia yang habis-habisan menyebarkan sihir, takhayul dan halusinasi, ada bagian lain dari Indonesia yang menaburkan kasunyatan kebenaran

Ada bagian dari Indonesia yang mati-matian menyebarkan kecemasan, kesedihan dan pertengkaran, ada bagian lain dari Indonesia yang berkelana menyemarakkan persaudaraan, kesatuan dan kegembiraan

Ada bagian dari Indonesia yang melemparkan sebagian bangsanya ke masa silam, ada bagian lain dari Indonesia yg merintis pembuatan fondasi dan batubata masa depan

Catatan “Yang Tenggelam dan Yang Terbit” ditulis oleh Emha Ainun Nadjib.