Press Release: Diskusi Buku Slilit Sang Kiai

Penerbit Mizan Bandung bekerjasama dengan Rumah Budaya Emha Ainun Nadjib (Rubud EAN) menggelar diskusi buku Slilit Sang Kiai yang akan berlangsung pada Kamis 26 Desember 2013 pukul 19.30 WIB bertempat di Rubud EAN Jalan Wates Km 2,5 Gg Barokah No. 287 Kadipiro Yogyakarta.

Diskusi buku ini akan menghadirkan pembicara Dr. Najib Azca (Dosen Fisipol UGM), Toto Rahardjo (pekerja sosial dan pendiri Sanggar Anak Alam Yogyakarta), dan Emha Ainun Nadjib (penulis buku Slilit Sang Kiai), serta moderator Helmi Mustofa.

Penerbit Mizan sengaja menghadirkan kembali buku monumental, legendaris, dan best seller pada awal tahun 90-an ini untuk melakukan regenerasi pembaca. Hal ini disebabkan esai-esai yang terhimpun dalam buku ini, semula adalah kolom-kolom penulisnya di Majalah Tempo, memiliki sudut pandang yang tetap relevan dengan persoalan kekinian di antaranya menyangkut pola berpikir keagamaan, kebudayaan, dan kemanusiaan.

Diskusi Buku Slilit Sang Kiai
Diskusi Buku Slilit Sang Kiai

‘Islam itu Islam’, ‘Slilit Sang Kiai’, ‘Makan Minum Dak Tentu’, ‘Maha Satpam’, ‘Demokrasi Kotak-Kotak’, ‘Etnotalentologi’. ‘Humanisme Tropis: Realisme Senen Kemis’, ‘Dicari: Manusia’, ‘Bumi Tuhan’, dan ‘Belajar Ngomong Tidak’ adalah beberapa esai yang ditulis Emha dalam gaya bertuturnya yang khas yang terhimpun dalam buku ini.

Esai ‘Slilit Sang Kiai’ sendiri merupakan kisah tentang seorang kiai yang tak sengaja mengambil sepotong kayu kecil di pagar rumah orang untuk membersihkan slilit yang nyangkut di giginya usai mengikuti kenduri. Rupanya, setelah meninggal dunia, kejadian kecil ini menjadi masalah di akhirat, karena sang kiai belum sempat meminta maaf kepada pemiliknya. Emha kemudian mengajak pembaca mengembangkan pemikiran, alangkah malang kalau misalnya potongan kayu itu sebesar kayu-kayu gelondongan hutan Kalimantan yang apalagi secara sengaja dan sistematis dijarah.

Diskusi ini digelar untuk menyambut hadirnya kembali buku Slilit Sang Kiai. Selain itu, bertepatan dengan momentum akhir tahun 2013, diskusi buku ini juga diharapkan dapat menjadi semacam forum refleksi kritis di akhir tahun 2013 untuk menyambut tahun 2014 yang merupakan tahun penting bagi bangsa Indonesia. []

Yogyakarta, 23 Desember 2013

Helmi Mustofa (Koordinator Acara)
085868717831