Mereka Bisa Tahan Lebih dari Satu Jam

Namun saat mereka mengikuti acara Rembug Persaudaraan PKBI ini seakan-akan ada "mukjizat" sehingga mereka bisa duduk tekun selama 3,5 jam hingga usai.

Malam itu, Sabtu 31 Agustus 2013, sahabat-sahabat yang memiliki latar belakang pecandu narkoba, PSK, waria, dan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) yang berasal dari 12 provinsi atau 82 kabupaten berkumpul di pelataran Wisma PKBI Jalan Hang Jebat Jakarta untuk maiyahan bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng dalam acara bertajuk Rembug Persaudaraan yang diselenggarakan oleh PKBI.

Hampir sebagian besar audiens yang hadir baru pertama kali merasakan maiyahan dengan Cak Nun dan KiaiKanjeng. Dalam kesempatan malam itu, Cak Nun membesarkan hati dan memompa semangat mereka yang bekerja penuh totalitas untuk ODHA. Pasalnya, tidak mudah bagi mereka untuk menghadapi stigma masyarakat.

Muncul pertanyaan apakah orang-orang dengan HIV/AIDS masih pantas berhubungan dengan Allah SWT. Cak Nun dengan tegas menjawab tidak ada alasan untuk tidak bersandar kepada Allah hanya karena stigma masyarakat. Urusan moral satu-satunya yang bisa menilai hanyalah Tuhan. Sesama manusia tidak punya hak untuk saling menilai apalagi mengadili.

Rembug Persaudaraan PKBI. Foto 02.
Rembug Persaudaraan PKBI. Foto 02. Foto oleh Adin Progress.

Selain itu, Cak Nun juga menyemangati para sukarelawan yang bekerja melayani teman-teman ODHA untuk mengerjakan hal-hal yg mungkin dikerjakan. “Jangan memasukkan dalam hati hal-hal yang memang tidak memungkinkan dikerjakan, misalnya karena pemerintah yang bobrok…. Maka tidak ada cara lain kecuali dengan cara memperkuat persaudaraan satu sama lain”, pesan Cak Nun.

Acara Rembug Persaudaraan PKBI itu sendiri berlangsung selama kurang lebih 3,5 jam, dan ini merupakan durasi yang luar biasa. Sebab, berdasarkan pengalaman teman-teman PKBI, terutama audiens yang memiliki background pecandu narkoba, biasanya dalam waktu kurang dari 1 jam mereka tidak bisa tahan dengan tenang untuk mendengarkan atau menyimak sesuatu, namun saat mereka mengikuti acara ini seakan-akan ada “mukjizat” sehingga mereka bisa duduk tekun selama 3,5 jam hingga usai. Mereka menyimak pesan-pesan Cak Nun serta menikmati nomor-nomor musik KiaiKanjeng yang belum pernah mereka dengarkan sebelumnya.

Sesudah acara, direktur PKBI, Inang Winarso, dan para staf berpendapat jangan-jangan acara seperti inilah yang bisa menyembuhkan mereka. Selain itu, kebetulan acara malam itu adalah pembukaan rangkaian acara pelatihan PKBI, Inang mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi para fasilitator. “Enak banget fasilitatornya. Nggak perlu kerja keras. Tinggal merancang, nggak perlu berdebat yang aneh-aneh,” tuturnya.